Warga Jakarta Berburu Dekorasi Meriah Sambut Idul Fitri
Prime Time News - JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang Idul Fitri, sebagian warga mulai berburu dekorasi rumah untuk menghadirkan suasana Lebaran yang lebih meriah.
Di sejumlah pasar tradisional, pembeli terlihat memilih berbagai ornamen seperti gantungan ketupat, banner ucapan Idul Fitri, hingga lampu hias bernuansa Ramadhan.
“Biasanya setiap Lebaran kami memang pasang hiasan supaya rumah terasa lebih meriah. Anak-anak juga senang kalau rumah dihias,” kata Kartika (34), warga Jakarta Barat yang ditemui saat berbelanja dekorasi di Pasar Asemka, Jakarta Barat, Jumat (13/3/2026).
Kartika mengaku membeli beberapa jenis dekorasi untuk dipasang di ruang tamu dan ruang keluarga.
Beberapa di antaranya berupa banner ucapan Idul Fitri, ornamen ketupat gantung, lampu hias kecil, hingga taplak meja bernuansa Lebaran.
Total ia menghabiskan sekitar Rp180.000 untuk membeli dekorasi tersebut.
“Tidak banyak sih, paling buat hias ruang tamu saja supaya tamu yang datang juga merasa suasana Lebaran,” ujar dia.
Suasana sebuah pasar yang ramai dengan para pengunjung yang sedang melihat berbagai hiasan gantung berwarna hijau dan emas untuk merayakan Idulfitri.
Menurut Kartika, dekorasi Lebaran juga membuat rumah terasa lebih hangat ketika keluarga besar berkumpul.
“Biasanya saat Lebaran kan keluarga datang semua, jadi kalau rumah dihias rasanya lebih spesial,” katanya.
Selain mempercantik rumah, ia juga membeli dekorasi yang bisa dijadikan latar foto keluarga.
Menurut Kartika, tradisi berfoto bersama keluarga saat Lebaran kini semakin umum dilakukan.
Ia mengaku sering melihat inspirasi dekorasi rumah bernuansa Lebaran dari media sosial.
“Kadang lihat di Instagram atau TikTok ada yang bikin dekorasi Lebaran di rumah, jadi terinspirasi juga,” tutur dia.
Meski banyak dekorasi dijual secara daring, Kartika memilih datang langsung ke Pasar Asemka karena ingin melihat barang secara langsung.
Ia juga menilai harga dekorasi di pasar masih cukup terjangkau.
“Di sini juga bisa tawar-menawar, jadi kadang bisa lebih murah,” ujarnya sambil tersenyum.
Bagi Kartika, membeli dekorasi rumah merupakan salah satu bagian dari persiapan menyambut Idul Fitri, selain membeli pakaian baru dan menyiapkan hidangan Lebaran.
Ia berharap tradisi menghias rumah saat Lebaran tetap dipertahankan karena dapat memperkuat kebersamaan keluarga.
“Kalau rumah dihias, rasanya Lebaran jadi lebih terasa. Anak-anak juga jadi lebih semangat menyambut hari raya,” ucap dia.
Pasar Asemka dipenuhi dekorasi Lebaran
Pengamatan Kompas.com di Pasar Asemka, Jalan Pintu Kecil, Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat (13/3/2026), deretan kios di kawasan tersebut dipenuhi berbagai dekorasi bernuansa Idul Fitri.
Ornamen berwarna hijau dan emas tampak mendominasi etalase pedagang.
Beragam hiasan dipajang, mulai dari gantungan berbentuk ketupat, bulan sabit, hingga tulisan ucapan “Selamat Hari Raya Idul Fitri”.
Sejumlah dekorasi digantung di bagian depan kios sehingga mudah terlihat oleh pembeli yang melintas.
Beberapa ornamen ketupat anyaman sintetis dengan pita hijau dan kuning dipajang berjajar di atas kepala pengunjung.
Selain itu, terdapat pula gantungan dekoratif berbentuk lingkaran transparan dengan motif masjid, bulan sabit, dan bintang yang dilengkapi rumbai di bagian bawahnya.
Di beberapa lapak lain, pedagang menampilkan hiasan gantung berbentuk lentera serta ornamen bulan sabit yang terbuat dari plastik berlapis kertas mengilap.
Hiasan tersebut biasanya dipasang di pintu rumah, ruang tamu, atau teras sebagai penanda suasana Lebaran.
Harga dekorasi yang dijual di Pasar Asemka pun bervariasi tergantung ukuran dan jenisnya.
Untuk gantungan dekorasi Lebaran, pedagang menawarkan harga sekitar Rp20.000 hingga Rp45.000 per buah.
Sementara itu, dekorasi berbentuk banner atau papan ucapan “Selamat Idul Fitri” yang biasanya dipasang di dinding atau pintu rumah dijual dengan harga sekitar Rp70.000 per buah.




