Lagu 'Boom Boom Tel Aviv' Viral Sebagai Simbol Perlawanan Digital Global
Sumber Foto: Pojokkiri
Teknologi

Lagu 'Boom Boom Tel Aviv' Viral Sebagai Simbol Perlawanan Digital Global

Prime Time News - Lamongan, Pojok Kiri.com-Sebuah fenomena budaya digital baru tengah melanda jagat media sosial, termasuk di wilayah Lamongan dan sekitarnya. Lagu berjudul “Boom Boom Tel Aviv” karya aktivis Lucas Gage mendadak viral secara masif sebagai bentuk protes keras terhadap aksi militer di Gaza dan eskalasi konflik antara Iran dan Israel.

Hanya dalam kurun waktu kurang dari 24 jam setelah dirilis pada Juni 2025, lagu bertema anti-Zionis ini telah menembus angka fantastis hampir 600 juta penayangan. Angka ini mencerminkan betapa kuatnya resonansi pesan yang dibawa Gage di tengah tensi geopolitik yang kian memanas.

Suara Mantan Serdadu

Lucas Gage, sosok di balik lagu ini, bukanlah orang baru dalam isu kemanusiaan. Sebagai mantan tentara Amerika Serikat yang kini beralih menjadi aktivis pro-Palestina, Gage menggunakan lirik-lirik tajam untuk mengecam serangan di Gaza. Karyanya kini dianggap sebagai “lagu kebangsaan” baru bagi para pendukung perjuangan Palestina di ranah digital.

Melawan Sensor Media Sosial

Di platform seperti TikTok dan Instagram, lagu ini jamak digunakan sebagai latar suara untuk video dokumentasi ledakan rudal dan serangan udara di wilayah Tel Aviv. Meski berbagai platform media sosial sempat menghapus konten tersebut dengan alasan kebijakan keamanan, ribuan akun baru terus mengunggah ulang (re-upload) video tersebut, menciptakan efek bola salju yang sulit dibendung.

Fenomena di Akar Rumput

Di Indonesia, khususnya di wilayah Lamongan, tren ini terlihat dari banyaknya kreator konten lokal yang turut membagikan cuplikan video tersebut sebagai bentuk solidaritas. “Boom Boom Tel Aviv” bukan sekadar musik, melainkan alat protes digital yang mempersatukan suara netizen dari berbagai belahan dunia dalam satu narasi perlawanan.

Hingga saat ini, lagu tersebut terus menjadi perbincangan hangat, membuktikan bahwa di era informasi, seni dan musik bisa menjadi senjata yang lebih cepat menyebar daripada peluru.(lut)

Editor: Zainul Lutfi

Sumber:www.pojokkiri.com dan Koran Harian Pagi Pojok Kiri