Pasar Asemka Ramai Pembeli Cari Dekorasi Lebaran
Sumber Foto: Kompas.com
Lifestyle

Pasar Asemka Ramai Pembeli Cari Dekorasi Lebaran

Prime Time News - JAKARTA, KOMPAS.com - Deretan kios di kawasan Pasar Asemka, Jakarta Barat, mulai dipenuhi pembeli yang berburu dekorasi rumah menjelang Idul Fitri.

Berbagai ornamen bernuansa hijau dan emas dipajang di depan kios pedagang, mulai dari gantungan ketupat hingga banner ucapan Selamat Idul Fitri. Harga dekorasi yang dijual pun bervariasi, mulai sekitar Rp 20.000 per buah.

“Kalau gantungan kecil mulai Rp 20.000. Tadi saja sudah laku sekitar 10 dekorasi. Ada juga yang pesan buat dekorasi kantor,” kata Hamka (42), pedagang dekorasi Lebaran di Pasar Asemka, Jakarta Barat, Jumat (13/3/2026).

Suasana Pasar Asemka di Jalan Pintu Kecil, Taman Sari, Jakarta Barat, tampak lebih semarak dari biasanya.

Ornamen Lebaran berwarna hijau, emas, dan putih mendominasi etalase pedagang. Sejumlah dekorasi digantung di bagian depan kios agar mudah terlihat oleh pembeli yang melintas.

Pengamatan Kompas.com menunjukkan berbagai bentuk hiasan Lebaran dipajang berjajar di depan kios.

Ornamen berbentuk ketupat dari bahan plastik dan anyaman sintetis tampak digantung di atas kepala pengunjung. Beberapa dihias dengan pita hijau-kuning yang mencolok.

Di sisi lain kios, pedagang juga memajang gantungan berbentuk lingkaran transparan dengan motif masjid, bulan sabit, dan bintang.

Hiasan tersebut dilengkapi rumbai kecil di bagian bawahnya sehingga tampak berkilau ketika terkena cahaya.

Tak hanya itu, terdapat pula hiasan berbentuk lentera serta ornamen bulan sabit yang terbuat dari plastik berlapis kertas mengilap.

Dekorasi tersebut biasanya dipasang di pintu rumah, ruang tamu, atau teras sebagai penanda suasana Lebaran.

Beberapa dekorasi lain disimpan dalam kardus besar di depan kios.

Jika pembeli tertarik, pedagang akan membuka kardus tersebut untuk menunjukkan stok tambahan, seperti ornamen dinding bergambar masjid, kaligrafi Arab, hingga hiasan ketupat berukuran besar.

Beragam jenis dekorasi Lebaran

Hamka, yang sudah hampir 12 tahun berjualan dekorasi musiman di Pasar Asemka, mengatakan jenis dekorasi Lebaran yang dijual cukup beragam.

Mulai dari hiasan sederhana hingga dekorasi yang biasanya digunakan sebagai latar foto keluarga.

“Sekarang yang paling banyak dicari itu ornamen ketupat gantung, banner ‘Selamat Idul Fitri’, kaligrafi Arab, sama backdrop Lebaran buat foto keluarga,” ujar Hamka.

Menurut dia, tren dekorasi Lebaran saat ini tidak hanya sekadar memasang hiasan di rumah. Banyak keluarga juga menyiapkan sudut khusus untuk berfoto bersama saat hari raya.

“Sekarang orang banyak bikin spot foto Lebaran di rumah. Jadi dekorasi bukan cuma dipasang, tapi juga buat latar foto keluarga atau tamu yang datang,” kata dia.

Hamka menjelaskan harga dekorasi di kiosnya bervariasi tergantung ukuran dan bahan.

Beberapa contoh harga dekorasi yang dijual di antaranya ornamen ketupat kecil mulai dari Rp 8.000 hingga Rp 15.000 per buah, ornamen ketupat besar dari Rp 20.000 hingga Rp 35.000

Selain itu banner lebaran mulai dari Rp 30.000 hingga Rp 60.000, lampu hias LED mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 70.000, kaligrafi dinding mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 120.000, dan backdrop Lebaran mulai, Rp 90.000 hingga Rp 180.000.

Selain untuk dekorasi rumah, sebagian pembeli juga membeli dalam jumlah besar untuk keperluan acara kantor, sekolah, atau kegiatan halal bihalal.

“Kadang ada juga yang beli banyak buat dekorasi kantor, sekolah, atau acara halal bihalal,” kata Hamka.

Penjualan meningkat saat Ramadhan

Hamka mengatakan penjualan dekorasi Lebaran biasanya mulai meningkat sejak awal Ramadhan. Namun, lonjakan permintaan biasanya terjadi sekitar dua minggu menjelang hari raya.

“Kalau awal Ramadhan masih biasa saja. Tapi mulai H-14 sampai H-7 Lebaran biasanya sudah mulai ramai,” ujarnya.

Dalam kondisi ramai, ia mengaku bisa menjual sekitar 100 hingga 150 dekorasi dalam sehari.

“Kalau lagi ramai banget, omzet bisa Rp 1 juta sampai Rp 2 juta sehari,” kata Hamka.

Sebaliknya, di luar musim Lebaran, penjualan dekorasi di kiosnya jauh lebih sepi. Saat itu, ia biasanya hanya menjual perlengkapan pesta atau dekorasi ulang tahun.

“Kalau bukan musim Lebaran atau Natal, omzet paling sekitar Rp 500.000 sehari,” katanya.