Kios Dekorasi Lebaran di Pasar Asemka Dipadati Pembeli Menjelang Idul Fitri
Prime Time News - JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang Hari Raya Idul Fitri, deretan kios dekorasi Lebaran di Pasar Asemka, Jalan Pintu Kecil, Taman Sari, Jakarta Barat, mulai ramai diserbu pembeli.
Warga berburu berbagai ornamen bernuansa Lebaran untuk menghias rumah dan menciptakan suasana hari raya yang lebih meriah.
Ornamen berbentuk ketupat, bulan sabit, hingga banner bertuliskan “Selamat Idul Fitri” terlihat menggantung di depan kios. Dekorasi tersebut menarik perhatian pengunjung yang melintas di lorong pasar grosir tersebut.
Pengamatan Kompas.com pada Jumat (13/3/2026) mencatat terdapat sekitar 15 kios yang menjual dekorasi Lebaran di kawasan tersebut.
Namun, beberapa kios tampak tutup karena pemiliknya tengah merayakan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada pekan yang sama menjelang Lebaran.
Meski demikian, aktivitas jual beli tetap berlangsung ramai di kios yang masih buka. Sejumlah pembeli terlihat berhenti untuk memilih hiasan ketupat gantung, lampu hias bulan sabit, hingga banner ucapan Idul Fitri yang dipajang di bagian depan lapak.
Banyak jenis ornamen
Di salah satu kios, pedagang juga menampilkan hiasan gantung berbentuk lentera serta ornamen bulan sabit dari plastik berlapis kertas mengilap.
Hiasan tersebut biasanya dipasang di pintu rumah, ruang tamu, atau teras sebagai penanda datangnya suasana Lebaran.
Harga dekorasi yang dijual di Pasar Asemka bervariasi tergantung ukuran dan jenisnya. Untuk gantungan dekorasi Lebaran, pedagang menawarkan harga mulai sekitar Rp 20.000 hingga Rp 45.000 per buah.
Selain hiasan gantung, beberapa dekorasi lain juga terlihat dipajang di dalam kardus besar di depan kios, seperti ornamen dinding bergambar masjid, tulisan kaligrafi, hingga hiasan ketupat berukuran besar.
Salah satu pedagang dekorasi Lebaran di kawasan tersebut adalah Hamka (42). Ia mengaku telah hampir 12 tahun berjualan dekorasi musiman di Pasar Asemka.
Menurut Hamka, penjualan dekorasi bernuansa Lebaran mulai meningkat sejak awal Ramadhan dan biasanya mencapai puncaknya sekitar satu minggu menjelang Idul Fitri.
“Kalau awal Ramadhan masih biasa saja. Tapi mulai H-14 sampai H-7 Lebaran biasanya sudah mulai ramai,” kata Hamka saat ditemui Kompas.com di kiosnya, Jumat.
Ia mengatakan dekorasi yang dijual di kiosnya cukup beragam, mulai dari hiasan sederhana hingga dekorasi yang dirancang untuk kebutuhan foto keluarga.
“Kalau sekarang yang paling banyak dicari itu ornamen ketupat gantung, banner ‘Selamat Idul Fitri’, kaligrafi Arab, sama backdrop Lebaran buat foto keluarga,” ujar Hamka.
Beberapa dekorasi yang dijual di kiosnya antara lain ornamen ketupat gantung dari plastik dan anyaman sintetis, banner Lebaran bertuliskan “Selamat Idul Fitri” atau “Taqabbalallahu minna wa minkum”, lampu hias LED berbentuk bulan sabit dan bintang, kaligrafi dinding dengan bingkai kayu atau plastik, hingga backdrop Lebaran untuk dekorasi ruang tamu atau spot foto keluarga.
Menurut Hamka, tren dekorasi Lebaran kini mulai bergeser dari sekadar hiasan sederhana menjadi dekorasi yang lebih estetik.
“Sekarang orang banyak bikin spot foto Lebaran di rumah. Jadi dekorasi bukan cuma buat dipasang saja, tapi juga buat latar foto keluarga atau tamu yang datang,” kata dia.
Harga dekorasi Lebaran yang dijual di Pasar Asemka cukup beragam tergantung ukuran dan bahan.
Hamka menyebutkan beberapa kisaran harga dekorasi yang dijual di kiosnya, antara lain ornamen ketupat kecil mulai dari Rp 8.000 hingga Rp 15.000 per buah dan ornamen ketupat besar dari Rp 20.000 hingga Rp 35.000.
Selain itu, banner Lebaran dijual mulai dari Rp 30.000 hingga Rp 60.000, lampu hias LED mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 70.000, kaligrafi dinding mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 120.000, dan backdrop Lebaran mulai dari Rp 90.000 hingga Rp 180.000.
Sebagian pembeli bahkan membeli dekorasi dalam jumlah banyak untuk digunakan di berbagai tempat.
“Kadang ada juga yang beli banyak buat dekorasi kantor, sekolah, atau acara halal bihalal,” kata Hamka.
Menurut dia, dalam kondisi ramai penjualan bisa mencapai 100 hingga 150 dekorasi dalam sehari.
“Kalau lagi ramai banget, omzet bisa Rp1 juta sampai Rp2 juta sehari,” ujar dia.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan hari biasa di luar musim Lebaran.
“Kalau bukan musim Lebaran atau Natal, omzet paling sekitar Rp500.000 sehari,” kata Hamka.
Pedagang musiman bermunculan
Tingginya permintaan dekorasi Lebaran juga membuat sejumlah pedagang musiman bermunculan di Pasar Asemka.
Menurut Hamka, beberapa pedagang hanya membuka lapak sementara selama bulan Ramadhan.




