Risiko Awan Panas dan Lahar di Gunung Semeru Meningkat
Sumber Foto: Kompas.com
Puncak Berita

Risiko Awan Panas dan Lahar di Gunung Semeru Meningkat

Evaluasi Aktivitas Gunung Semeru

LUMAJANG, Jawa Timur - Badan Geologi mengeluarkan evaluasi terbaru mengenai aktivitas Gunung Api Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang. Dalam laporan tersebut, terungkap bahwa dalam satu minggu terakhir, terjadi penumpukan material lava yang membentuk scoria cones, yaitu formasi gunung berapi kecil.

Potensi Bahaya dari Scoria Cones

Kepala Badan Geologi, Lana Satria, menjelaskan bahwa ribuan letusan yang terjadi dalam periode tersebut telah berkontribusi pada pembentukan scoria cones. Fenomena ini meningkatkan risiko terjadinya guguran lava pijar dan awan panas yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

"Akumulasi material hasil erupsi, baik dari letusan maupun aliran lava, berpotensi menjadi guguran lava pijar atau awan panas," kata Lana Satria dalam keterangan tertulisnya.

Risiko Banjir Lahar Hujan

Selain itu, Badan Geologi juga memperingatkan adanya risiko banjir lahar hujan di sekitar Gunung Semeru. Penumpukan endapan material dari guguran lava dan awan panas sebelumnya, yang mengalir ke sungai-sungai di kawasan tersebut, dapat berinteraksi dengan air hujan, sehingga meningkatkan potensi terjadinya lahar.

"Material yang terendapkan berpotensi menjadi lahar jika terpapar air hujan," tambah Lana. Interaksi antara endapan material panas dan air sungai juga dapat menimbulkan risiko erupsi sekunder.

Aktivitas Kegempaan Masih Tinggi

Dalam pengamatan satu pekan terakhir, aktivitas kegempaan di Gunung Semeru masih terpantau relatif tinggi. Jenis gempa yang terekam meliputi gempa letusan, guguran, embusan, tremor harmonik, dan vulkanik dalam. Data ini menunjukkan adanya suplai material dari bawah permukaan Gunung Semeru yang terus berlanjut.

Namun, nilai variasi kecepatan relatif (dv/v) mengindikasikan bahwa tekanan dalam tubuh gunung api telah menurun, dengan nilai yang berada di sekitar nol.

Status Siaga dan Imbauan kepada Warga

Menanggapi hasil evaluasi ini, Badan Geologi menetapkan status Gunung Api Semeru tetap pada level III atau Siaga. Badan tersebut mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari puncak gunung.

Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, mengingat potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.

Dengan kondisi cuaca yang sering diguyur hujan lebat di sekitar Gunung Semeru, masyarakat diharapkan untuk selalu waspada terhadap potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak gunung api tersebut.