Penutupan Operasional Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Selama Dua Hari pada Puncak Arus Mudik
Sumber Foto: Kompas.com
Puncak Berita

Penutupan Operasional Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Selama Dua Hari pada Puncak Arus Mudik

Prime Time News - Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk akan menghentikan operasional penyeberangan selama dua hari pada 18-19 Maret 2026, seiring dengan perayaan Hari Raya Nyepi dan puncak arus mudik Idul Fitri yang diprediksi terjadi pada 17-18 Maret 2026.

Awal Kejadian

Penutupan ini diumumkan oleh Executive Director Regional III ASDP, Lutfi Pratama Adi Subarkah. Ia menjelaskan bahwa pada 19 Maret 2026, operasional akan ditutup total tanpa aktivitas penyeberangan. Sementara itu, pada 18 Maret 2026, layanan akan bersifat kondisional.

Perkembangan

ASDP mengambil langkah ini untuk menyelesaikan antrean kendaraan yang telah masuk dalam sistem, terutama dari sisi Gilimanuk, Bali, sebelum penutupan penuh saat perayaan Nyepi. Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan, ASDP, bersama instansi terkait, telah menyiapkan sejumlah titik delaying system dan buffer zone di kedua sisi pelabuhan.

Kondisi Terakhir

Di Pelabuhan Ketapang, buffer zone kendaraan ditempatkan di Grand Watudodol, Terminal Sritanjung, Bulusan, dan Jalur Lingkar. Sedangkan di Pelabuhan Gilimanuk, delaying system berada di UPPKB Cekik, Terminal Kargo, dan Terminal Bus Gilimanuk. ASDP mengimbau pengguna jasa penyeberangan, terutama angkutan barang dan logistik, untuk menyesuaikan jadwal perjalanan dan menghindari keberangkatan pada 19 Maret 2026 karena tidak ada layanan yang beroperasi.