Penutupan Jalur Utama Jember-Bondowoso Selama 7 Jam untuk Proyek Peningkatan Jalur Kereta Api
Sumber Foto: jatimnet.com
Jam Utama

Penutupan Jalur Utama Jember-Bondowoso Selama 7 Jam untuk Proyek Peningkatan Jalur Kereta Api

JEMBER – Jalur utama yang menghubungkan Bondowoso dan Jember akan mengalami penutupan sementara pada tanggal 22 Agustus 2025, mulai pukul 22.00 WIB hingga 23 Agustus 2025 pukul 05.00 WIB. Penutupan ini dilakukan sebagai bagian dari proyek penggantian rel dan bantalan baru dalam rangka peningkatan jalur kereta api Jember-Kalisat.

Pihak Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, melalui Humas Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, menyatakan bahwa penutupan ini merupakan hasil kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jember. Humas BTP Kelas I Surabaya, Alfaviega Septian Pravangasta, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dialami oleh masyarakat yang melintas di jalur tersebut.

“Perjalanan masyarakat Jember maupun Bondowoso kemungkinan akan sedikit terganggu,” ujarnya. Sebelum penutupan, tim BTP telah melakukan persiapan sejak pagi hari agar proses berjalan lancar, melibatkan beberapa instansi seperti Pemkab Jember, Polres Jember, dan PT KAI Daop 9 Jember.

“Ini wujud sinergi antarinstansi untuk mendukung kelancaran proyek sekaligus keselamatan pengguna jalan maupun kereta api,” tambahnya.

Selama penutupan, arus lalu lintas akan dialihkan ke rute alternatif sebagai berikut:

  • Bondowoso–Jember: lewat Kalisat – Jl. Raya Bondowoso–Jember – Jl. Tapaksiring – Jl. Pangandaran – Jl. Gajahmada – Jl. Raya Bedadung – Jl. Raya Kalisat – kembali ke Jl. Raya Bondowoso–Jember.
  • Jember–Bondowoso: lewat Rasamala – Jl. Raya Bondowoso–Jember – Jl. Letjen Suprayitno – Jl. Projodiharjo – Jl. Rasamala II – tembus Jl. Raya Bondowoso–Jember dekat JPL 162.

Proyek peningkatan jalur kereta api Jember–Kalisat ini merupakan pekerjaan multiyears yang bertujuan untuk menyamakan standar rel dengan jalur utama di Pulau Jawa. Dengan proyek ini, kereta api di lintasan ini diharapkan dapat melaju dengan kecepatan hingga 100 km/jam. Selain itu, akan dibangun lima pos penjaga pintu lintasan baru untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang.

“Tujuan proyek ini bukan hanya mempercepat laju kereta, tetapi juga meningkatkan keselamatan pengguna jalan,” tegas Alfaviega.