Gagalnya Negoisasi Damai AS-Iran di Pakistan: Penyebab dan Permasalahan Utama
Prime Time News - Perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung selama 21 jam di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan. Pertemuan ini merupakan dialog langsung pertama antara kedua negara dalam lebih dari satu dekade dan dilaksanakan setelah gencatan senjata yang disepakati sebelumnya.
Awal Kejadian
Perundingan dimulai dengan harapan untuk mengakhiri perang yang berkepanjangan di Timur Tengah. Namun, setelah berlangsung lebih dari satu hari, kedua pihak gagal mencapai kesepakatan damai. Wakil Presiden AS, James David Vance, menyatakan bahwa Iran menolak syarat utama untuk damai, yaitu komitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
Perkembangan
Media Tasnim melaporkan bahwa tuntutan AS untuk menghentikan program nuklir Iran dianggap berlebihan dan menjadi penghalang utama tercapainya kesepakatan. Selain itu, isu kedaulatan wilayah perairan Selat Hormuz juga menjadi perdebatan sengit, di mana Iran menolak pengurangan kehadiran militernya di jalur perdagangan minyak tersebut. Di sisi lain, serangan Israel terhadap Hizbullah di Lebanon berpotensi menggagalkan perundingan, dengan Perdana Menteri Israel menegaskan bahwa tidak ada gencatan senjata terkait kelompok tersebut.
Kondisi Terakhir
Iran juga menuntut pencabutan sanksi internasional yang telah melumpuhkan ekonominya, dengan Ketua Parlemen Iran menginginkan pencairan aset yang dibekukan sebelum perundingan. Namun, pernyataan Perdana Menteri Pakistan mengenai gencatan senjata tidak mencakup isu pencairan aset. Upaya Pakistan untuk memfasilitasi perundingan lanjutan belum membuahkan hasil, dan belum ada informasi lebih lanjut mengenai jadwal atau lokasi pertemuan berikutnya.




