Pendaki Hilang di Kawah Ijen, Tim SAR Melakukan Pencarian Intensif
BANYUWANGI, JAWA TIMUR - Seorang pendaki bernama Muhammad Dzikri Maulana dilaporkan hilang di Taman Wisata Alam Kawah Ijen pada Rabu, 18 Februari 2026. Pendaki yang berasal dari Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi ini terpisah dari rombongannya saat mencapai puncak Kawah Ijen.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menjelaskan bahwa informasi mengenai hilangnya Dzikri diterima dari seorang anggota Potensi SAR BSI, Bapak Evil, pada pukul 20.05 WIB. Dzikri berangkat mendaki bersama empat rekannya, namun belum ditemukan setelah terpisah di puncak.
Pencarian yang Dikoordinasikan
Tim SAR Banyuwangi segera merespons permintaan bantuan dan bergerak menuju lokasi pencarian pada malam yang sama. Pada hari kedua pencarian, Kamis, 19 Februari 2026, area penyisiran diperluas untuk meningkatkan peluang menemukan Dzikri.
- Tim SAR memfokuskan pencarian di jalur utama pendakian dan sekitarnya dengan metode grid.
- Pencarian hari kedua dimulai pada pukul 06.30 WIB dengan pembagian tugas menjadi dua unit pencarian.
Unit pertama bertugas menyisir jalur pendakian dari Paltuding menuju puncak Kawah Ijen sejauh kurang lebih 3,6 kilometer, sedangkan unit kedua melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian dengan pola open grid seluas satu kilometer persegi.
Oka menambahkan bahwa pencarian melibatkan 41 personel dari berbagai unsur dan cuaca di lokasi saat ini berawan, yang diharapkan dapat mendukung proses pencarian. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas dalam setiap langkah pencarian yang dilakukan.




