Hujan Deras Selama Tiga Jam, Ratusan Rumah dan Jalan Utama di Tulungagung Terendam Banjir
Tulungagung - Hujan deras yang berlangsung selama lebih dari tiga jam mengakibatkan ruas jalan utama dan ratusan rumah penduduk di Tulungagung terendam banjir. Kejadian ini menyebabkan akses lalu lintas antarkabupaten terhambat.
Banjir terjadi di Desa Sidorejo dan Desa Mojosari, Kecamatan Kauman, Tulungagung. Salah satu titik yang terdampak adalah simpang empat Cuwiri, yang menjadi akses utama penghubung antara Kecamatan Kauman dan Kecamatan Karangrejo, serta Kabupaten Kediri.
Menurut informasi yang disampaikan oleh perangkat Desa Sidorejo, Natalia, banjir mulai terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Sistem drainase yang ada di perkampungan tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi, sehingga air meluber ke perkampungan dan jalan raya. "Kondisi ini diperparah dengan debit air Sungai Song yang tinggi, sehingga air dari drainase di perkampungan ini tidak bisa masuk ke Sungai Song dan kembali ke sini," jelasnya.
Ketinggian banjir bervariasi antara 30 sentimeter hingga satu meter, dan diperkirakan ratusan rumah terdampak akibat banjir ini. "Di dalam gang itu lumayan tinggi banjirnya, banyak yang masuk rumah," tambah Natalia.
Sebagai akibat dari banjir, puluhan sepeda motor yang nekat menerjang genangan air mengalami mogok dan harus didorong ke tempat yang lebih aman. "Tadi itu yang di jalan ketinggiannya sampai di atas lutut. Ini sudah berkurang," ungkapnya.
Salah seorang warga, Jiyo, menyampaikan bahwa wilayah Sidorejo telah menjadi langganan banjir selama bertahun-tahun. Dalam sepekan terakhir, wilayah tersebut telah terendam dua kali. "Kemarin juga masuk, sekarang malah lebih tinggi. Pokoknya kalau hujan deras ya seperti ini," kata Jiyo.
Hingga pukul 20.00 WIB, berdasarkan pantauan, genangan air masih terlihat di beberapa titik di wilayah tersebut.




