Harga Pi Network Turun 7,5%, Tiga Faktor Penyebabnya
Sumber Foto: Tokocrypto News
Jam Utama

Harga Pi Network Turun 7,5%, Tiga Faktor Penyebabnya

Harga Pi Network (PI) kembali menarik perhatian setelah mengalami penurunan signifikan dalam 24 jam terakhir. Pada hari Senin, 19 Januari, harga PI tercatat turun sebesar 7,5%, yang memperpanjang penurunan mingguan menjadi 9,7%. Kinerja ini menunjukkan bahwa Pi Network mengalami tekanan yang lebih besar dibandingkan pasar cryptocurrency secara keseluruhan, yang rata-rata hanya terkoreksi sekitar 2,8%.

Penurunan harga Pi Network tidak hanya disebabkan oleh kondisi pasar yang sedang turun, melainkan dipicu oleh beberapa faktor fundamental dan teknikal. Tiga penyebab utama yang membebani pergerakan harga PI adalah: tekanan unlock token, lemahnya volume serta sentimen negatif, dan kerusakan struktur teknikal.

Tekanan Unlock Token Masih Membayangi

Salah satu penyebab utama penurunan harga Pi Network adalah arus unlock token yang terus berlangsung. Setiap hari, jutaan token PI baru dilepas ke pasar melalui skema unlock dan migrasi. Sepanjang Januari 2026, lebih dari 100 juta token PI telah masuk ke peredaran. Masuknya suplai baru dalam jumlah besar ini menciptakan ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan. Jika minat beli tidak meningkat seiring dengan bertambahnya suplai, harga akan tertekan.

Banyak pemegang awal yang memilih untuk menjual token yang baru terbuka guna merealisasikan keuntungan atau mengurangi risiko, sehingga memicu tekanan jual yang berkelanjutan. Dalam konteks pasar kripto, situasi oversupply seperti ini sering kali menjadi penghambat utama pemulihan harga. Selama laju unlock belum melambat atau diimbangi oleh adanya utilitas yang mendorong permintaan, potensi rebound PI akan tetap terbatas.

Volume Lemah dan Sentimen Pasar Negatif

Faktor kedua yang memengaruhi harga adalah aktivitas pasar. Volume perdagangan PI dalam 24 jam terakhir tercatat sekitar $23,5 juta, yang tergolong rendah jika dibandingkan dengan kapitalisasi pasar yang mencapai sekitar $1,58 miliar. Dengan rasio perputaran (turnover ratio) hanya sekitar 1,5%, kondisi ini mencerminkan likuiditas yang tipis dan minat beli yang lemah.

Volume yang rendah membuat pergerakan harga lebih rentan terhadap tekanan jual. Dalam kondisi ini, aksi jual yang moderat pun dapat mendorong harga turun secara signifikan. Selain itu, kurangnya katalis positif seperti pengumuman besar, ekspansi ekosistem, atau listing baru di bursa utama membuat sentimen investor cenderung negatif. Ketika pasar kekurangan narasi positif, dominasi penjual menjadi lebih kuat, sehingga setiap upaya untuk memantulkan harga PI sering kali terhambat dan segera dibalas oleh tekanan jual.

Breakdown Teknikal Perburuk Kondisi

Dari sisi teknikal, Pi Network juga menunjukkan sinyal yang mengkhawatirkan. Harga PI dilaporkan telah menembus ke bawah support psikologis di level $0,20 dan sempat menyentuh area sekitar $0,188. Penurunan di bawah level penting ini telah memicu stop-loss otomatis dan aksi jual algoritmik yang semakin mempercepat koreksi.

Indikator teknikal seperti RSI 7-hari yang berada di kisaran 23,91 menandakan kondisi oversold. Secara teori, level ini bisa memicu pantulan teknikal jangka pendek. Namun, lemahnya momentum membuat potensi tersebut sulit terwujud. Tanpa dukungan volume yang memadai dan katalis fundamental, kondisi oversold sering kali hanya menghasilkan konsolidasi singkat alih-alih pembalikan tren yang kuat.

Dalam jangka pendek, area $0,185 kini menjadi support krusial. Jika level ini gagal dipertahankan, kemungkinan tekanan lanjutan masih sangat mungkin terjadi. Penurunan harga Pi Network mencerminkan siklus tekanan yang sulit untuk diputus: suplai terus bertambah, permintaan lemah, dan struktur teknikal yang rapuh. Selama faktor-faktor ini tidak mengalami perubahan, risiko penurunan lanjutan masih lebih besar dibandingkan dengan peluang untuk mengalami reli yang kuat.

Fokus pasar saat ini tertuju pada dua hal utama: apakah PI mampu bertahan di atas area support $0,185 dan apakah akan muncul katalis baru, seperti pembaruan ekosistem atau peningkatan utilitas, yang dapat membangkitkan kembali minat investor. Tanpa adanya perubahan signifikan baik di sisi fundamental maupun sentimen, pergerakan PI dalam waktu dekat diperkirakan akan tetap didominasi oleh volatilitas tinggi dengan kecenderungan melemah.