UMKM Kemplang Lembak Tingkatkan Pemasaran Melalui Digitalisasi
Mahasiswa dari UIN Raden Fatah Palembang, Bunga Hidayah, dari Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, yang tergabung dalam KKN Angkatan 84 Kelompok 46, melaksanakan kegiatan edukasi digital marketing untuk UMKM di Desa Lembak, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim. Kegiatan ini berlangsung pada 5 Februari 2026 pukul 14.00--16.00 WIB di Aula Kantor Desa Lembak, dengan mengangkat judul "Ketika Kemplang Lembak Masuk Dunia Digital: Cara UMKM Lokal Naik Kelas Lewat Media Sosial dan Marketplace."
Kegiatan ini bertujuan untuk membantu UMKM kemplang dan kerupuk khas Lembak agar tidak lagi bergantung pada penjualan offline semata. Melalui pemanfaatan media sosial dan marketplace, diharapkan pelaku usaha, terutama ibu-ibu, mampu memperluas jangkauan pemasaran hingga ke berbagai daerah serta meningkatkan omzet penjualan. Digitalisasi dianggap sebagai langkah penting untuk memperkuat daya saing dan keberlanjutan usaha lokal di tengah perubahan pola belanja masyarakat.
Dalam penyampaian materi, saya (Bunga) menjelaskan cara membuat akun bisnis di Facebook, menggunakan WhatsApp Business sebagai katalog online, hingga memanfaatkan TikTok untuk membuat video sederhana seputar proses produksi kemplang dan kerupuk. Para peserta juga dipandu langsung untuk memahami langkah-langkah mengunggah produk ke marketplace seperti Shopee, mulai dari mengambil foto, menuliskan deskripsi, hingga mengatur layanan pengiriman. Penyampaian materi dibuat sederhana agar mudah diterapkan oleh ibu-ibu pelaku UMKM.
Suasana kegiatan menjadi lebih hidup ketika sesi tanya jawab dimulai. Ibu yang menjadi peserta pertama yang mengajukan pertanyaan. "Nak, kalau kami dak biasa foto produk, biso jugo mulai jualan online?" tanyanya dengan ragu. Bunga menjawab dengan menenangkan, "Biso, Bu. Foto sederhana asal jelas sudah cukup. Yang penting produk tampak bersih, rapi, dan pencahayaannya bagus."
Pertanyaan berikutnya datang dari Ibu Lain, salah satu pengolah kerupuk pedas. Ia berkata, "Nak, jaringan di rumah kami kadang lemah. Kalo nak upload video atau foto, biso dak jalan?" Bunga kemudian menjelaskan, "Ibu bisa upload saat berada di kantor desa atau tempat yang sinyalnya kuat. Setelah itu, toko tetap jalan meski ibu dak selalu online."
Sesi tanya jawab ditutup oleh Ibu selanjutnya, pelaku UMKM rumahan. Ia bertanya, "Kalau nak cepat dapat pelanggan baru, apo yang paling mudah, Nak?" Dengan jelas Bunga menjawab, "Promosi di Facebook, Bu. Banyak masyarakat dari Lembak sampai Prabumulih sering cari makanan lewat situ. Ibu cukup posting foto produk, harga, dan nomor WhatsApp."
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Banyak ibu-ibu yang mengaku baru pertama kali mencoba upload produk, membuat konten singkat, atau membuat akun toko online. Meski begitu, mereka terlihat bersemangat saat mencoba praktik langsung. Pendampingan yang sederhana dan dekat dengan keseharian membuat materi mudah diterima.
Melalui kegiatan KKN ini, diharapkan UMKM kemplang dan kerupuk khas Lembak dapat lebih dikenal luas dan mampu bersaing di tingkat regional hingga nasional. Digitalisasi bukan hanya soal mengikuti perkembangan zaman, tetapi menjadi peluang besar bagi ibu-ibu UMKM untuk meningkatkan pendapatan dan mengembangkan usaha agar tetap bertahan dalam persaingan pasar yang semakin modern.




