Persiapan Kebersihan Menjelang Puncak Acara Satu Abad Nahdlatul Ulama
MALANG – Menyongsong puncak acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang telah mengerahkan berbagai sarana pendukung kebersihan dalam skala besar. Acara yang berlangsung pada 7-8 Februari 2026 ini akan didukung oleh penyediaan 1.000 kantong sampah dan 200 unit tempat sampah portable.
Plh. Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menyatakan bahwa kantong sampah akan disebar di area dalam dan luar Stadion Gajayana, serta pada sejumlah titik strategis lainnya untuk memudahkan akses bagi jemaah.
Penyebaran Sarana Kebersihan
“Trash bag kami tempatkan di dalam stadion, area luar, serta beberapa pojok agar mudah diakses jemaah,” jelas Raymond pada Sabtu (7/2/2026).
Untuk menampung sampah secara lebih permanen, telah disiapkan 40 unit tempat sampah portable di dalam stadion dan 60 unit di area luar, sehingga total keseluruhan tempat sampah yang disediakan mencapai sekitar 200 unit.
Ajakan untuk Menjaga Kebersihan
Raymond mengimbau para jemaah untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan dengan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan. “Kami mengajak seluruh jemaah untuk membungkus sampah sisa konsumsi dan membuangnya di tempat yang telah disiapkan,” ujarnya.
Selain jemaah, DLH Kota Malang juga menyasar para pedagang kaki lima (PKL) yang beraktivitas di sepanjang jalur menuju stadion, seperti Jalan Bromo, Lawu, dan Wilis. Para pedagang diharapkan turut menjaga kebersihan lingkungan tempat berjualan mereka.
“Kawasan tersebut ramai oleh PKL. Kami harap mereka turut menjaga kebersihan, dan tidak meninggalkan sampah sembarangan. Sampah bisa dititipkan di dekat tempat sampah yang tersedia,” tambah Raymond.
Target Kebersihan Acara
Dengan kesiapan sarana yang telah disediakan dan partisipasi aktif dari seluruh pihak, DLH Kota Malang menargetkan agar gelaran akbar ini dapat berlangsung dengan tertib, bersih, dan nyaman bagi semua peserta.




