Persiapan Akhir Mujahadah Kubro: Distribusi Logistik untuk Kenyamanan Jamaah
Kota Malang, Jawa Timur, bersiap menyambut puncak acara Mujahadah Kubro dalam rangka Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang akan berlangsung di Stadion Gajayana. Saat ini, panitia pelaksana fokus pada distribusi logistik konsumsi untuk memastikan kenyamanan ratusan ribu jamaah yang diperkirakan akan hadir.
Sejak Jumat siang, alur distribusi makanan dan minuman telah diarahkan ke berbagai titik strategis di area stadion dan sekitarnya. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap lonjakan jumlah jamaah yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada Sabtu malam hingga Minggu siang.
Chilmi Wildan, Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU Kota Malang, menjelaskan bahwa manajemen logistik adalah prioritas utama untuk menjaga kondisi fisik jamaah yang akan mengikuti rangkaian doa bersama dalam waktu yang cukup panjang. "Logistik mulai kami drop di tenda LPBI dan LP Ma’arif. Ini penting karena jamaah akan berada di lokasi cukup lama, mulai Sabtu malam hingga Ahad siang. Kami ingin memastikan akses pangan dan air tersedia dekat dengan mereka," ungkap Wildan.
Selain aspek konsumsi, pantauan di lapangan menunjukkan bahwa panggung utama telah berdiri dengan megah. Tim teknis juga sedang melakukan pemeriksaan akhir terhadap sistem pengeras suara dan tata letak area pelayanan.
Pihak panitia telah menyiapkan skema pelayanan berbasis posko terpadu untuk mengurangi potensi penumpukan massa di satu titik. Sebagai agenda besar PWNU Jawa Timur yang dipusatkan di Kota Malang, PCNU Kota Malang sebagai tuan rumah telah mengerahkan seluruh sumber daya relawan. Diperkirakan sekitar 100.000 jamaah dari berbagai penjuru Jawa Timur akan hadir dalam acara ini.
- Distribusi logistik berupa makanan dan minuman telah dilaksanakan sejak H-2.
- Skema layanan terintegrasi mencakup konsumsi, kesehatan, dan informasi.
- Pemasangan panggung utama dan penataan area jamaah di dalam maupun luar stadion telah diselesaikan.
Dengan kesiapan yang telah mencapai 95%, panitia optimistis bahwa Mujahadah Kubro ini tidak hanya akan menjadi ajang spiritualitas yang khidmat, tetapi juga mencerminkan profesionalitas Kota Malang dalam menyelenggarakan kegiatan skala besar.




