Perdagangan Kamboja dengan RCEP Meningkat 14,7% di Januari 2026
Sumber Foto: ANTARA News
Ekonomi

Perdagangan Kamboja dengan RCEP Meningkat 14,7% di Januari 2026

waktu baca 2 menit

Phnom Penh (ANTARA) - Volume perdagangan Kamboja dengan negara-negara anggota Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership /RCEP) mencapai 3,76 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.884) pada Januari 2026, naik 14,7 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu.

Demikian menurut laporan resmi yang dirilis pada Kamis.

Ekspor Kamboja ke negara-negara anggota RCEP nilainya mencapai 927 juta dolar AS pada Januari tahun ini, naik 19 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, ungkap laporan tersebut yang disusun oleh Kementerian Perdagangan Kamboja.

Sementara itu, impor Kamboja dari negara-negara anggota RCEP mencapai 2.838 juta dolar AS, naik 13 persen.

Laporan itu menunjukkan RCEP tetap menjadi pasar utama bagi Kamboja, mencakup lebih dari 61 persen dari total volume perdagangan negara kerajaan tersebut sebesar 6,14 miliar dolar AS pada Januari tahun ini.

Lima mitra dagang utama Kamboja di bawah RCEP, yaitu China, Vietnam, Jepang, Singapura, dan Thailand.

Sekretaris negeri sekaligus Juru Bicara Kementerian Perdagangan Kamboja Penn Sovicheat mengatakan RCEP, pakta perdagangan bebas terbesar di dunia, memainkan peran krusial dalam mendorong pertumbuhan perdagangan Kamboja.

"RCEP menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekspor jangka panjang kami dan magnet untuk menarik lebih banyak investasi langsung asing (foreign direct investment /FDI) ke Kamboja," ujarnya kepada Xinhua.

Mulai berlaku pada 2022, RCEP terdiri atas 15 negara di kawasan Asia-Pasifik.

Pewarta: Xinhua

Editor: Benardy Ferdiansyah

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.