Peningkatan Volume Kendaraan di Jalur Puncak-Cianjur Selama Libur Imlek Mencapai 20%
Sumber Foto: Pikiran Rakyat Koran
Puncak Berita

Peningkatan Volume Kendaraan di Jalur Puncak-Cianjur Selama Libur Imlek Mencapai 20%

Kepolisian Resor (Polres) Cianjur melaporkan adanya peningkatan volume kendaraan yang melintas di jalur utama Puncak-Cianjur selama libur panjang Imlek. Peningkatan ini mencapai sekitar 20% dibandingkan hari-hari biasa.

Menurut Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Cianjur, Ajun Komisaris Aang Andi Suhandi, arus kendaraan mulai meningkat beberapa hari sebelum hari Imlek, dengan tujuan utama adalah berbagai destinasi wisata, hotel, dan restoran di kawasan Puncak Cipanas.

Meskipun terjadi lonjakan kendaraan, tidak terlihat antrean panjang yang signifikan. Namun, di beberapa titik rawan seperti pertigaan Hanjawar, Cibodas, dan Pasar Cipanas, laju kendaraan sempat tersendat. Berkat kehadiran petugas pengurai, arus lalu lintas dapat kembali lancar.

Aang menjelaskan, meskipun ada peningkatan volume kendaraan yang didominasi oleh kendaraan bernomor polisi dari Jabodetabek, situasi lalu lintas tetap terpantau normal. Banyak wisatawan lokal yang merencanakan perjalanan untuk melaksanakan tradisi papajar menjelang bulan puasa.

Rekayasa Arus Lalu Lintas

Untuk mengatasi peningkatan kendaraan, sejumlah rekayasa arus lalu lintas telah diberlakukan, termasuk penerapan sistem satu arah pada pagi, siang, dan sore hari. Hal ini dilakukan untuk mengatur arus balik kendaraan ke kota asal masing-masing setelah berlibur.

Puluhan petugas disiagakan di titik-titik rawan macet sepanjang jalur Cipanas-Puncak. Selain bertugas mengatur lalu lintas, petugas juga mengimbau kepada pengendara untuk tetap tertib dan tidak keluar jalur saat terjadi antrean.

Polres Cianjur telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya kemacetan total, terutama pada puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026. Pemberlakuan sistem satu arah dilakukan lebih awal setelah koordinasi dengan Polres Bogor.

Aang menegaskan, penerapan langkah-langkah ini bersifat situasional, terutama ketika antrean mencapai lebih dari dua kilometer. Petugas akan mengambil tindakan, termasuk menerapkan sistem satu arah, untuk melancarkan arus lalu lintas dan mencegah kemacetan total.

Dia juga mengingatkan kepada para pengendara untuk mematuhi aturan lalu lintas dan mengikuti arahan dari petugas untuk menghindari terjebak dalam antrean yang berkepanjangan.