Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diterapkan di Palembang untuk Antisipasi Puncak Kasus DBD
Sumber Foto: Radar Palembang
Puncak Berita

Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diterapkan di Palembang untuk Antisipasi Puncak Kasus DBD

PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan dukungannya terhadap program nasional pemantauan aktif vaksinasi dengue. Hal ini dilakukan seiring dengan meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang biasanya mencapai puncaknya pada bulan Januari dan Februari.

Palembang menjadi kota pertama yang melaksanakan program ini, dengan target awal sebanyak 7.500 anak sekolah sebagai sasaran vaksinasi. Program ini sebelumnya telah diluncurkan di Jakarta dan bertujuan untuk mengurangi angka kasus serta kematian akibat dengue.

Kerjasama dalam program ini melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Kesehatan Kota Palembang, dan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Program ini direncanakan berlangsung selama tiga tahun dan menjadi bagian dari pemantauan multinegara yang juga meliputi negara-negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia. Selain Palembang, kegiatan serupa juga diadakan di Jakarta dan Banjarmasin.

Dalam peresmian program tersebut, Herman Deru menyatakan bahwa dengue bukanlah masalah musiman, tetapi merupakan tantangan kesehatan yang harus dihadapi secara berkelanjutan. "Dengue bukan sekadar isu musiman, tapi tantangan kesehatan yang harus kita hadapi secara berkelanjutan dan terencana. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memiliki komitmen kuat untuk memperkuat upaya pencegahan dengue, sejalan dengan target nasional dan global menuju nol kematian akibat dengue pada 2030,” ujarnya pada 18 Februari 2026.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, hingga 31 Desember 2025 tercatat 4.437 kasus dengue di tingkat provinsi, dengan 22 kematian. Kota Palembang mencatat angka tertinggi dengan 968 kasus dan tiga kematian. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. H. Trisnawarman, M.Kes., Sp.KKLP., Supsp.FOMC, mengingatkan bahwa ancaman dengue ada sepanjang tahun.

Rekap lima tahun terakhir menunjukkan bahwa kelompok usia 15–44 tahun menyumbang 42 persen dari total kasus, sementara kematian terbanyak dalam tujuh tahun terakhir terjadi pada anak usia 5–14 tahun dengan persentase mencapai 41 persen. “Sepanjang tahun, masyarakat Palembang menghadapi ancaman dengue,” jelasnya.