Partai Gerakan Rakyat Siap Tantang Dominasi Kartel Politik dengan Anies Baswedan
Sumber Foto: KBA News
Nasional

Partai Gerakan Rakyat Siap Tantang Dominasi Kartel Politik dengan Anies Baswedan

Prime Time News - Asosiasi Partai Gerakan Rakyat dengan Calon Presiden Anies Baswedan yang berhasil meraih 25 persen suara atau sekitar 40 juta pemilih, berdirinya Partai Gerakan Rakyat tidak bisa diabaikan. Bersama dengan PDI Perjuangan yang kandidat presidennya Ganjar Pranowo meraih 16 persen suara nasional, dua partai ini berpotensi mencapai basis dukungan 42 persen pemilih.

JAKARTA | KBA -Partai Gerakan Rakyat dengan tokoh inspirasi Anies Rasyid Baswedan yang dipimpin politisi senior Indonesia Sahrin Hamid menjadi sorotan analisis media Singapura Fulcrum edisi Kamis 26 Februari 2026. Dengan judul tulisan Indonesia’s Party Cartel System and the New ‘People’s Movement Party’ (Sistem Kartel Partai Indonesia dan Partai Baru Partai Gerakan Rakyat), Max Lane, akademisi Visiting Senior Fellow di ISEAS – Yusof Ishak Institute menyoroti bagaimana partai ini berpotensi besar menjadi kekuatan politik signifikan jika berhasil lolos dalam pemilihan umum mendatang.

Partai Gerakan Rakyat yang terbentuk pada 18 Januari 2026 dilahirkan oleh Ormas Gerakan Rakyat dengan Ketua Umum Sahrin Hamid yang dikenal lama sebagai loyalis dari tokoh nasional Anies Baswedan. Mantan politisi PAN (Partai Amanat Nasional) ini, tegas menyatakan Anies akan menjadi Calon Presiden dari partainya pada pemilu 2029 mendatang.

Namun, Max Lane yang telah menjadi akademisi mulai dari University of Sydney, Victoria University (Melbourne), Murdoch University dan National University of Singapore ini menyoroti sejumlah proses yang haarus dilalui oleh Partai Gerakan Rakyat sebelum bisa menembus dominasi kartel partai-partai dari koalisi Presiden Prabowo KIM PLUS yang terdiri dari Gerindra, Golkar, PAN, Partai Demokrat, NasDem, PKB dan PPP.

“Pasalnya, pemimpin para pemimpin koalisi KIM, termasuk Presiden Prabowo, telah menyerukan pembentukan koalisi permanen. Koalisi permanen dari tujuh partai ini menjadi kartel partai negara yang berpotensi menggantikan pemilihan langsung di Indonesia dengan negosiasi di antara kartel partai politik yang mendominasi tersebut,” lanjut Max Lane.

Max Lane yang telah mengajar di sejumlah kampus di Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika Serikat tersebut melihat pembentukan Partai Gerakan Rakyat berpotensi menjadi embrio untuk menantang dominasi dari kartel politik tersebut.

“Meskipun baru dan belum teruji, asosiasi Partai Gerakan Rakyat dengan Calon Presiden Anies Baswedan yang berhasil meraih 25 persen suara atau sekitar 40 juta pemilih, berdirinya Partai Gerakan Rakyat tidak bisa diabaikan. Ormas Gerakan Rakyat telah eksis sejak didirikan pada Februari 2025. Bersama dengan PDI Perjuangan yang kandidat presidennya Ganjar Pranowo meraih 16 persen suara nasional, dua partai ini berpotensi mencapai basis dukungan 42 persen pemilih. DPP Partai Gerakan Rakyat sendiri menyatakan telah memiliki 1.934 cabang (DPC) terverifikasi di semua 38 provinsi Indonesia,” ungkap dia. (kba)