Meta Kembangkan AI untuk Simulasikan Pengguna yang Telah Meninggal
Sumber Foto: pintoe.co
Teknologi

Meta Kembangkan AI untuk Simulasikan Pengguna yang Telah Meninggal

PINTOE.CO - Paten terbaru Meta Platform Inc benar-benar menyeramkan.

Perusahaan Facebook dan WhatsApp itu memperoleh hak atas sistem AI yang dapat menyimulasikan aktivitas pengguna media sosial, bahkan setelah penggunanya meninggal dunia.

Jadi, Meta bukan sekadar mengarsipkan, bukan membekukan akun, justru menghidupkannya kembali. Bayangkan bila akun itu tetap hidup, membagikan status, atau foto-foto atau video tentang diri kita?

Diberitakan Business Insider pertama kali, dokumen paten yang diajukan pada 2023 dan disetujui akhir Desember 2025 menyebutkan bagaimana model bahasa besar (LLM) dapat mereplikasi perilaku daring seseorang.

Bahan data replikasi perilaku dari mana? Yaitu unggahan lama, komentar, pesan, rekaman suara, tanda suka. Namun dari remah-remah digital itu, sistem dapat membangun persona yang tampak utuh.

AI tersebut, menurut paten, dapat “menyimulasikan pengguna ketika pengguna tidak ada di sistem jejaring sosial.” Ketidakhadiran itu bisa sementara. Bisa pula permanen. Dalam kasus kematian, dokumen tersebut mengakui dampaknya “jauh lebih parah dan permanen," demikian dikutip dari Dexerto.com, Rabu (18 Februari 2026).

Teknologi tersebut tampaknya dirancang untuk platform Meta, seperti Facebook, Instagram, dan ekosistemnya. Dengan menganalisis data spesifik pengguna, sistem dapat merespons unggahan, mempublikasikan pembaruan, bahkan mengirim pesan kepada orang lain dengan gaya yang meniru pemilik akun asli. Versi lanjutan yang disebutkan dalam paten mencakup simulasi audio, bahkan panggilan video.

Meta bersikeras itu baru sebatas paten dan tidak ada rencana pembuatan produk. Ya kita tahu bahwa perusahaan kerap mendaftarkan ide untuk melindungi kemungkinan masa depan. Pernyataan itu mungkin benar. Tetapi dalam industri yang tengah berlomba-lomba membangun AI generatif:pernyataan semacam ini sulit dipercaya.

Gagasan itu juga bukan kebetulan. Pada 2023, dalam wawancara dengan Lex Fridman, CEO Meta Mark Zuckerberg mengatakan “mungkin ada cara” AI membantu orang berinteraksi dengan kenangan orang tercinta. Ia menambahkan bahwa persetujuan individu harus menjadi syarat.

Teknologi yang sama sudah mampu meniru suara. Menghasilkan video realistis. Menghidupkan avatar digital. Startup-startup kecil telah lebih dulu mencoba membuat replika interaktif dari mereka yang telah tiada.

Pertanyaannya bukan lagi apakah ini mungkin. Secara teknis, hampir pasti mungkin. Pertanyaannya adalah apakah seharusnya dilakukan?

Platform digital berpotensi mengaburkannya antara akun yang mati dan hidup. Profil pengguna bisa jadi tidak pernah benar-benar mati. Ini sangat menyeramkan.