Letusan Gunung Semeru Terpantau dengan Ketinggian Kolom Abu Hingga 1000 Meter
Gunung Semeru, yang terletak di Jawa Timur, mengalami serangkaian letusan yang signifikan pada pagi hari tanggal 20 Februari 2026. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa gunung tersebut telah mengalami 24 kali letusan sejak dinihari hingga pagi hari.
Letusan pertama teramati pada pukul 00.14 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 700 meter di atas puncak gunung, yang setara dengan 4.376 meter di atas permukaan laut. Kolom abu yang terbentuk berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang, mengarah ke utara.
Selanjutnya, letusan kembali terjadi pada pukul 00.24 WIB, dan dilanjutkan dengan aktivitas yang sama pada pukul 05.18 WIB dan 05.23 WIB. Pada pukul 05.56 WIB, kolom abu terpantau dengan ketinggian 500 meter dari puncak. Letusan yang lebih kuat terjadi pada pukul 07.15 WIB dan 07.49 WIB, di mana kolom abu mencapai ketinggian 900 meter dan 1000 meter, masing-masing, mengarah ke timur.
Dalam rentang waktu dari pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, PVMBG mencatat sebanyak 24 letusan dengan amplitudo antara 11 hingga 22 milimeter dan durasi gempa antara 60 hingga 167 detik. Terdapat juga dua kali gempa hembusan yang menyertai letusan, dengan amplitudo 5 hingga 6 milimeter dan durasi 46 hingga 57 detik.
Sehubungan dengan aktivitas vulkanik ini, PVMBG merekomendasikan kepada warga serta pengunjung untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan, dalam jarak 13 kilometer dari puncak gunung. Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, mengingat potensi bahaya dari awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.
Pihak PVMBG juga mengingatkan agar tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah Gunung Semeru, karena terdapat risiko lontaran batu pijar. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak gunung, terutama di daerah Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.




