Indonesia dan Afrika Selatan Perkuat Kerja Sama Pariwisata Melalui MoU
Sumber Foto: mcinews.id
Internasional

Indonesia dan Afrika Selatan Perkuat Kerja Sama Pariwisata Melalui MoU

Indonesia-Afrika Selatan Resmi Pererat Hubungan Pariwisata

Pewarta: Hendry Prasetiyo

6 Februari 2026, 14:11

Share

Jakarta, MCI News – Indonesia dan Afrika Selatan memperkuat kemitraan strategis di bidang pariwisata melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dan Menteri Pariwisata Afrika Selatan Patricia de Lille di Gedung Sapta Pesona, Kantor Kementerian Pariwisata, Kamis, (05/02/2026) seperti yang di kutip di website kemenpar.go.id.

Penandatanganan MoU tersebut menandai komitmen kedua negara dalam membangun sektor pariwisata yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Kerja sama ini berlandaskan kesepakatan pembentukan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral Indonesia dan Afrika Selatan yang ditandatangani di Jakarta pada 20 April 2015.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa penguatan kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pertukaran budaya antarnegara.

“MoU ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama pariwisata sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, pertukaran budaya, serta penguatan pemahaman antar masyarakat kedua negara,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Sebelum penandatanganan, kedua menteri menggelar pertemuan bilateral untuk membahas tindak lanjut implementasi kerja sama, termasuk peningkatan arus kunjungan wisatawan melalui fasilitasi visa, penguatan konektivitas udara, serta promosi pariwisata bersama.

Dalam MoU tersebut, kedua negara sepakat meningkatkan kolaborasi pada pengembangan pariwisata berkelanjutan, pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kapasitas, pemasaran dan promosi, investasi sektor pariwisata, penguatan standar keamanan dan layanan termasuk manajemen krisis, studi dan penelitian, serta bidang kerja sama lain yang disepakati bersama.

Kerja sama juga mencakup promosi destinasi unggulan dan hidden gems, gastronomi, serta fesyen sebagai bagian dari penguatan diplomasi budaya. Kemitraan ini turut merefleksikan semangat Konferensi Asia-Afrika 1955 yang menegaskan solidaritas dan kolaborasi negara-negara selatan global.

“Kedua negara meyakini penandatanganan MoU ini akan memperkuat kerja sama pariwisata bilateral sekaligus membuka peluang bagi pengembangan sektor pariwisata yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan tangguh,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti.

Menteri Pariwisata Afrika Selatan Patricia de Lille menyambut baik kesepakatan tersebut.

“Penandatanganan nota kesepahaman ini akan semakin memperdalam hubungan antara kedua negara,” ucap Patricia.

Ia menyampaikan bahwa Afrika Selatan tengah mereformasi sistem visa sehingga masyarakat Indonesia dapat mengajukan visa secara daring dengan proses kurang dari 24 jam. Pemerintah Afrika Selatan juga berkomitmen mengembangkan pariwisata halal dan pariwisata berbasis digital.

“Sebagai bagian dari kolaborasi ini, kami ingin meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di kedua negara. Masyarakat Indonesia akan selalu disambut dengan hangat di Afrika Selatan,” kata Patricia.

Data menunjukkan sebanyak 30 ribu wisatawan Afrika Selatan berkunjung ke Indonesia pada 2025, sementara kunjungan wisatawan Indonesia ke Afrika Selatan tercatat sekitar 3 ribu orang.

Hendry Prasetiyo

Tag Berita

Indonesia Afrika Selatan

Kementerian Pariwisata RI

Kerja Sama Bilateral

Pariwisata Internasional