Gubernur Dedi Mulyadi Ajukan Pinjaman Daerah Rp2 Triliun untuk Infrastruktur Jabar
Prime Time News - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp2 triliun untuk mendukung proyek infrastruktur strategis, termasuk Jalur Puncak II dan pembangunan flyover. Langkah ini diambil di tengah defisit anggaran provinsi yang mencapai Rp3 triliun.
Awal Kejadian
Pengajuan pinjaman dilakukan melalui skema kredit sindikasi PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan Bank BJB. Dedi menjelaskan bahwa pinjaman ini bertujuan untuk memastikan kelangsungan pembangunan tanpa membebani APBD dalam jangka panjang, dengan target pelunasan pada tahun 2030.
Perkembangan
Dedi menegaskan bahwa pinjaman tersebut bukanlah komitmen yang akan membebani generasi mendatang, melainkan skema cicilan yang akan tuntas selama masa kepemimpinannya. Ia memastikan bahwa peminjaman hanya akan dilakukan untuk menyelesaikan proyek infrastruktur yang mendesak.
DPRD Jawa Barat telah menerima dan menandatangani surat pernyataan resmi dari gubernur terkait rencana pinjaman tersebut. Wakil Ketua DPRD Jabar, MQ Iswara, menyatakan bahwa pinjaman ini adalah langkah yang realistis jika pendapatan daerah tidak memadai untuk menutupi kegiatan yang telah disepakati.
Kondisi Terakhir
Rencana pinjaman Rp2 triliun saat ini masih berada dalam tahap pernyataan komitmen resmi antara eksekutif dan legislatif sebelum menuju pencairan dana secara teknis.




