Fenomena Kulminasi Utama di Jawa Timur: Hari Tanpa Bayangan 10-14 Oktober 2025
Ilustrasi kulminasi utama fenomena hari tanpa bayangan.--iStockphoto
MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengumumkan bahwa fenomena Kulminasi Utama akan melintasi wilayah Jawa Timur pada 10 hingga 14 Oktober 2025.
Peristiwa ini dikenal juga sebagai “ hari tanpa bayangan ”, di mana Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit atau berada di atas kepala pengamat.
Dalam penjelasan BMKG, fenomena ini terjadi ketika deklinasi Matahari sama dengan lintang suatu daerah, sehingga Matahari berada tepat di titik zenit.
Akibatnya, bayangan benda tegak akan tampak "menghilang" karena bertumpuk dengan benda itu sendiri.
“Pada saat kulminasi utama, Matahari akan melintas tepat di atas kepala pengamat. Ini adalah momen ketika bayangan benda tegak nyaris tidak terlihat, karena jatuh tepat di bawahnya,” jelas BMKG dalam keterangan resminya.
BACA JUGA: Prakiraan Cuaca Malang Raya Per 8 Oktober, Fluktuasi Cuaca Berawan hingga Cerah
Fenomena Alam yang Terjadi Dua Kali Setahun
Fenomena kulminasi utama ini bukanlah hal baru. Berdasarkan diagram pergerakan semu Matahari yang dirilis BMKG, Matahari tampak bergerak dari Garis Balik Utara (21 Juni) menuju Garis Khatulistiwa (23 September), lalu berlanjut ke Garis Balik Selatan (22 Desember).
Dalam perjalanannya, Matahari akan melintasi wilayah Indonesia dua kali dalam setahun, sehingga setiap daerah mengalami dua kali kulminasi utama.
Pada periode 10 hingga 14 Oktober 2025, giliran Jawa Timur yang akan mengalami puncak fenomena tersebut.
Jadwal Kulminasi di Tiap Kota Jawa Timur
BMKG juga merilis jadwal terperinci waktu kulminasi utama untuk setiap kota di Jawa Timur. Berikut beberapa di antaranya:
10 Oktober 2025: Tuban (11.18.46 WIB)
11 Oktober 2025: Sumenep (11.11.19 WIB), Gresik (11.16.18 WIB), Bojonegoro (11.19.14 WIB)
12 Oktober 2025: Surabaya (11.15.39 WIB), Mojokerto (11.16.47 WIB), Madiun (11.20.26 WIB), Magetan (11.21.12 WIB)
13 Oktober 2025: Malang (11.15.44 WIB), Batu (11.16.09 WIB), Kediri (11.18.13 WIB), Ponorogo (11.20.25 WIB)
Masyarakat dapat mengamati langsung fenomena ini dengan mudah, cukup dengan memperhatikan bayangan benda tegak di siang hari sekitar waktu tersebut.
Meski fenomena ini kerap menimbulkan peningkatan suhu siang hari, BMKG menegaskan bahwa posisi Matahari tepat di atas wilayah Jawa Timur bukan penyebab utama naiknya suhu permukaan.
Faktor yang paling berpengaruh adalah kondisi cuaca dan tutupan awan.
Namun, ketika tutupan awan sedikit atau tidak ada sama sekali, permukaan bumi akan menerima penyinaran Matahari secara maksimal.
Sumber: stamet-juanda.bmkg.go.id
Tag:
# hari tanpa bayangan
# kulminasi
# bmkg
Share:




