Dicoding dan Kemenko PMK Luncurkan Platform Bijak Cerdas untuk Literasi Digital dan AI
JAKARTA — Dicoding bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) meluncurkan bijakcerdas.dicoding.com, sebuah platform belajar daring baru agar masyarakat Indonesia dapat lebih bijak cerdas dalam berdigital dan ber-AI. Platform ini dapat diakses masyarakat luas tanpa biaya alias gratis.
Survei APJII 2025 menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara dengan tingkat adopsi AI yang terus meningkat, di mana Gen Z dan Milenial adalah pengguna terbesarnya (66%). Karena itu, urgensi akan penggunaan AI secara etis serta bertanggung jawab semakin penting.
Menyikapi tantangan ini, sebagai sebuah perusahaan yang telah mengedukasi Indonesia selama 11 tahun dalam bidang teknologi, Dicoding mendapat kepercayaan Kemenko PMK untuk mengembangkan web belajar Bijak Cerdas.
“Melalui ruang belajar digital ini, Dicoding berfokus memperkuat fondasi literasi digital dan AI untuk masyarakat Indonesia. Melengkapi misi pengembangan talenta digital kami sejak 2015, kehadiran platform Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI diharapkan membantu masyarakat untuk sadar menavigasi dunia digital dan AI secara aman, etis dan bertanggung jawab,” ujar Chief Executive Officer Dicoding, Narenda Wicaksono dalam momen peluncuran yang digelar bertepatan dengan Hari Keamanan Berinternet (10/2/2026).
Harapannya, melalui platform Bijak Cerdas, masyarakat, khususnya anak, guru, serta orang tua, dapat memperoleh informasi edukatif yang menyeluruh perihal pemanfaatan kecerdasan artifisial (KA) atau artificial intelligence (AI) dengan bijak dan cerdas serta dapat memeriksakan kesehatan digital mereka.
Situs web microlearning bijakcerdas.dicoding.com adalah sebuah massive open online course (MOOC) yang aksesibel dan mudah digunakan masyarakat luas serta tanpa biaya alias gratis.
Pada kesempatan yang sama, Menko PMK, Praktino, menyebutkan penggunaan AI itu penting, tetapi, kalau tidak bijak dan tidak cerdas, justru bisa banyak efek negatifnya. “Untuk itu, menggandeng Dicoding sebagai perusahaan edukasi teknologi yang sudah berpengalaman, kami di Kemenko PMK meluncurkan platform Bijak Cerdas ini agar anak-anak, remaja, dan orang tua bisa cerdas berdigital dan ber-AI,” kata Menko PMK.
Di tubuh Kemenko PMK, platform Bijak Cerdas ini dapat terealisasi karena kolaborasi antara Deputi IV Bidang Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa, Deputi I Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan, serta Gugus Tugas Pembangunan Talenta Kecerdasan Buatan Nasional.
Lebih lanjut, kolaborasi industri dengan pemerintah dalam bidang penguatan sumber daya manusia (SDM) ini semakin lengkap dengan kontribusi Day of AI Indonesia dan juga Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi yang membantu pengembangan serta tinjauan materi ajar.
Bijak Cerdas juga dilengkapi dengan Cek Kesehatan Digital (CKD) untuk dewasa sebagai alat ukur pemahaman serta kebiasaan digital dalam aspek kecakapan digital, keamanan digital, dan etika digital.
Demi memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, Dicoding menghadirkan platform Bijak Cerdas yang lengkap dengan video, kuis, dan refleksi. Pengguna situs yang login dengan akun Dicoding akan meraih 2 keuntungan lebih, yakni fitur menyimpan progres belajar dan juga lencana (badge) pencapaian.
Artinya, pengguna bisa kembali belajar pada modul yang terakhir diakses dan mendapat motivasi lebih untuk menuntaskannya dengan imbalan badge digital yang menarik.
Menatap ke depan, selaras dengan semangat pengembangan SDM unggul yang tangguh pada era AI dan disrupsi, Dicoding dan Kemenko PMK beserta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat akan bersama-sama melakukan sosialisasi kepada anak, guru, dan orang tua di berbagai lini. Tujuannya, semua dapat memanfaatkan ruang belajar digital Bijak Cerdas dengan seluas-luasnya dan sebaik-baiknya.
Dicoding dan Kemenko PMK mengajak masyarakat Indonesia untuk menjadi lebih bijak cerdas dalam berdigital dan ber-AI dengan belajar di https://bijakcerdas.dicoding.com/.




