Dennis Bergkamp Kenang Gol Magis dan Harapan Belanda di Piala Dunia 2026
Mengenang memori pertamanya soal Piala Dunia, Bergkamp menyebut laga final 1978 antara Belanda dan Argentina sebagai pengalaman yang membekas. "Panggungnya besar, pertandingan besar, final—gambaran sepakbola di televisi itu terus melekat di pikiran saya," ujarnya mengingat momen saat orang tuanya membangunkannya untuk menonton laga tersebut.
Terkait gol spektakulernya di menit akhir ke gawang Argentina pada perempat-final 1998, ia tanpa ragu menyebutnya sebagai gol favoritnya sepanjang masa. "Melakukannya di panggung sebesar itu, di perempat-final, melawan salah satu tim terbesar, dengan cara yang saya lakukan—itu menjadikannya gol favorit saya. Itu adalah momen saya," kenang Bergkamp.
Ia juga menyinggung kekalahan menyesakkan dari Brasil di semi-final 1998. Menurutnya, skuad saat itu adalah salah satu tim Belanda terbaik sepanjang masa yang dibangun dengan rasa kebersamaan tinggi. "Kalah saat pertandingan berjalan sangat ketat karena sedikit nasib buruk, itulah yang membuatnya benar-benar membuat frustrasi," jelasnya.
Menjawab pertanyaan apakah kegagalan beruntun Belanda murni karena ketidakberuntungan, eks bintang Arsenal itu merespons dengan tegas, "Tidak, ini jelas bukan hanya soal keberuntungan." Ia menyadari bahwa meski Belanda kerap menembus final dan semi-final, timnya kadang kehilangan insting pembunuh di langkah terakhir.
Mengenai peluang skuad Oranje di Piala Dunia mendatang, ia menaruh harapan positif kepada mantan rekan setimnya. "Saya mengenal Ronald Koeman dengan baik, ia pelatih yang bagus. Ia memberi para pemain banyak kepercayaan diri dan rasa percaya," tuturnya.
"Belanda memang bukan favorit utama, tetapi mereka adalah kuda hitam yang sangat kuat dan bisa melaju jauh. Jika para pemain fit dan dalam performa terbaik, mereka bisa melakukan sesuatu yang spesial," pungkasnya.




