Buka Puasa Bersama NasDem, Perkuat Silaturahmi Antar Partai
Sumber Foto: Merdeka.com
Nasional

Buka Puasa Bersama NasDem, Perkuat Silaturahmi Antar Partai

Kegiatan tersebut berlangsung di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Kamis (19/2).

06:50:48

Partai NasDem menggelar buka puasa bersama anak yatim yang turut dihadiri sejumlah elite partai politik dan tokoh nasional. Kegiatan tersebut berlangsung di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Kamis (19/2).

Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustofa, menegaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini memiliki makna lebih luas dari sekadar pertemuan internal partai.

"Tentu pertama adalah semangatnya untuk memperkuatkan tali silaturahmi di antara bukan hanya di internal NasDem, tapi juga dengan seluruh komponen termasuk dengan partai-partai sahabat dan tokoh-tokoh masyarakat," kata Saan kepada wartawan usai acara bukber.

Ia menambahkan, penguatan komunikasi, kolaborasi, dan sinergi antarpartai menjadi kebutuhan mendesak, terutama dalam mendukung jalannya pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.

"Jadi itu dalam konteks itu, di tengah tantangan baik domestik maupun juga Internasional maka yang namanya kolaborasi, sinergi dan kedua juga untuk memperkuat komunikasi di antara partai-partai itu menjadi sebuah keharusan," ujarnya.

"Karena memang kita membutuhkan yang namanya kebersamaan untuk sama-sama membantu jalannya pemerintah," sambungnya.

Ramadan sebagai Momentum Penguatan Bangsa

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Al Muzzammil Yusuf, menilai apa yang disampaikan Ketua Umum NasDem sejalan dengan semangat Ramadan.

"Nuansa Ramadan kita, kita isi dengan seperti itu. Jadi kita datang pun ya tidak pandang partai, ormas, atau apa, tapi kita memperkokoh kekuatan bangsa. Dan Ramadan itu bulan sosial, bagaimana kita bisa, beliau juga mengadakan santunan yatim kan?," ujar Al Muzzammil.

Ia menambahkan, kegiatan sosial selama Ramadan juga dilakukan PKS di berbagai daerah, termasuk wilayah terdampak bencana.

"Ya, kami juga sebagai partai sudah buat kemarin di Aceh, di daerah bencana saya juga datang ke sana. Jadi ya kita 30 hari ini, dan juga tanggal 9 Ramadan juga ulang tahun kemerdekaan kita, kalau bagi kami ya ini sebagai tasyakuran. Tasyakuran kemerdekaan, tasyakuran kita ibadah," sambungnya.

Menurutnya, buka puasa bersama menjadi medium yang tepat untuk mempererat persatuan anak bangsa.

"Apa saja yang bisa mempererat anak bangsa, Muslim atau non-Muslim, ya kita perkuat. Melalui buka bersama ini saya kira cocok, bagus," ucapnya.

JK Hingga Anies Hadir

Ketua Harian Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Sufmi Dasco Ahmad, menyebut acara tersebut sebagai ajang silaturahmi yang mempertemukan banyak tokoh penting.

"Kalau buka puasa selain memang kewajiban umat Muslim, kalau puasa kan harus buka puasa kan. Kita menjalin silaturahmi. Saya ketemu banyak tokoh tadi, ada Pak JK senior kita, ada Mas Anies, dan ada beberapa tokoh yang lain," pungkas Dasco.

Sejumlah tokoh nasional tampak hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, serta Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi.

Turut hadir pula Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid, serta mantan calon presiden Anies Rasyid Baswedan.

Perkuat Tali Silaturahmi

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menegaskan bahwa buka puasa bersama ini memiliki arti penting dalam menjaga hubungan yang telah terjalin selama ini.

"Tentu kita bersama-sama sepakat bisa memberikan makna tersendiri agar hubungan silaturahmi yang telah ada selama ini, yang tetap terjaga sedemikian rupa, bisa tetap mampu dipertahankan, bahkan diperkuat dengan kehadiran kita bersama untuk memperkuat tali silaturahmi itu sendiri," kata Surya Paloh dalam sambutannya.

Ia juga menekankan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk membersihkan diri dan memperkuat ketahanan moral.

"Bukan hanya yang menyangkut masalah menahan lapar dan minum kehausan, tapi berbagai hal-hal yang barangkali bisa kembali mensucikan semangat dan spirit kita untuk memaknai bulan suci Ramadan ini sendiri," ujarnya.

"Kita mampu untuk memberikan tetap spirit dan semangat kita agar makna bulan suci ini tetap bisa memberikan sesuatu yang berarti bagi perjuangan kita bersama membangun bangsa dan negara yang kita cintai ini," pungkasnya.