BPBD Makassar Tetap Siaga 24 Jam Menghadapi Cuaca Ekstrem, Terdapat 8 KK Mengungsi di Manggala
Sumber Foto: Sulselsatu
Jam Utama

BPBD Makassar Tetap Siaga 24 Jam Menghadapi Cuaca Ekstrem, Terdapat 8 KK Mengungsi di Manggala

Siaga 24 Jam di Tengah Cuaca Ekstrem

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mengumumkan kesiapsiagaan seluruh personel 24 jam dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah kota. Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli, menginformasikan bahwa dalam beberapa hari terakhir, tiga titik di Makassar mengalami banjir dengan ketinggian air mencapai antara 100 hingga 120 sentimeter.

Penanganan Banjir dan Pengungsian

Tim BPBD telah turun ke lapangan untuk menangani banjir di ketiga daerah tersebut. Saat ini, tercatat sebanyak 8 kepala keluarga, yang terdiri dari 23 jiwa, telah mengungsi di Masjid Babussalam, Kecamatan Manggala. BPBD terus memantau perkembangan debit air dan memastikan keselamatan warga yang terdampak.

Moment Kebersamaan di Tengah Krisis

Dalam situasi ini, BPBD juga menggelar buka puasa bersama seluruh personel dan keluarga sebagai bentuk solidaritas dan empati terhadap masyarakat yang terkena dampak bencana. Muhammad Fadli menekankan pentingnya kerja-kerja kemanusiaan dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas tersebut.

Harapan untuk Tidak Menetapkan Status Tanggap Darurat

BPBD berharap agar tahun ini Kota Makassar tidak perlu menetapkan status tanggap darurat bencana, setelah pada tahun sebelumnya status ini diberlakukan sebanyak dua kali. Fadli menyatakan bahwa jika tidak ada hujan dengan intensitas tinggi hingga awal bulan depan, kemungkinan untuk terbebas dari status tanggap darurat bisa tercapai.

Faktor Penyebab Banjir dan Pentingnya Kesiapsiagaan

Fadli juga menjelaskan bahwa salah satu faktor yang memperparah banjir adalah tersumbatnya saluran air akibat sedimentasi dan sampah. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah. BPBD mendorong masyarakat untuk tidak hanya menjadi objek dalam menghadapi bencana, tetapi juga menjadi subjek yang memiliki kesiapsiagaan.

Pentingnya Deteksi Dini dan Tindakan Pertama

BPBD berencana untuk memperkuat pelatihan bagi warga agar mampu melakukan tindakan awal saat terjadi bencana. Fadli menegaskan bahwa waktu sangat berharga dalam situasi darurat, dan masyarakat harus mampu melakukan tindakan kedaruratan sebelum tim BPBD tiba. Kesiapsiagaan harus tetap dijaga, termasuk di bulan Ramadan, dengan posko BPBD yang tetap beroperasi 24 jam untuk deteksi dini.

Kesimpulan

Deteksi dini menjadi langkah krusial dalam mitigasi bencana, di mana dengan mendeteksi lebih awal, tindakan antisipasi dapat dilakukan untuk menyelamatkan dokumen penting, harta benda, dan yang terpenting, mencegah korban jiwa.