BPBD Kutai Barat Tingkatkan Kesiapsiagaan Menyambut Puncak Musim Hujan
SENDWAR - Menyikapi puncak musim hujan yang diprediksi akan terjadi sepanjang Februari 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Barat (Kubar) mengambil langkah-langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam.
Berbagai ancaman seperti banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) menjadi fokus utama dalam upaya mitigasi yang dilakukan oleh BPBD Kubar. Dalam rangka memastikan penanganan bencana dapat dilaksanakan dengan cepat dan terkoordinasi, sejumlah wilayah di Kutai Barat telah dipetakan sebagai daerah rawan bencana.
Pemetaan Daerah Rawan Bencana
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kubar, Bambang Pramudito, menjelaskan bahwa pemetaan dilakukan untuk memudahkan respon terhadap keadaan darurat. "Kami sudah melakukan rapat lintas OPD bersama TNI dan Polri. Jadi kesiapan personel maupun peralatan sudah kami pastikan," ungkapnya pada Sabtu (7/2/2026).
Untuk mengantisipasi ancaman banjir, BPBD Kubar memberikan perhatian khusus pada kawasan bantaran Sungai Mahakam. Beberapa kecamatan yang termasuk dalam zona rawan antara lain Long Iram, Tering, Melak, Muara Pahu, dan Penyinggahan. Selain itu, daerah di sepanjang Sungai Kedang Pahu seperti Nyuatan, Damai, dan Muara Lawa juga diidentifikasi sebagai wilayah dengan risiko serupa.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat meminimalisir dampak dari bencana yang mungkin terjadi dan memastikan keselamatan masyarakat selama puncak musim hujan.




