Arman Tsarukyan Usulkan Skenario Kartu Utama UFC Gedung Putih, Islam Makhachev Tidak Melawan Ilia Topuria
Islam Makhachev baru saja meraih dua sabuk juara setelah berhasil mengalahkan Jack Della Maddalena dalam pertarungan gelar kelas welter di UFC 322 yang berlangsung di Madison Square Garden, New York, pada 15 November 2025. Kemenangan ini menambah koleksi prestasi Makhachev dan memicu spekulasi mengenai pertarungan yang akan datang.
Menjelang event besar UFC yang direncanakan pada tahun 2026 di Gedung Putih, Washington DC, Arman Tsarukyan, penantang gelar kelas ringan, memberikan pandangannya mengenai kartu utama yang akan ditampilkan. Event ini menjadi sorotan karena Gedung Putih merupakan kediaman resmi presiden Amerika Serikat.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengonfirmasi bahwa UFC White House akan dilangsungkan pada bulan Juni 2026. Para petarung kini tengah berlomba-lomba untuk mendapatkan kesempatan tampil di kartu utama event bergengsi ini.
Setelah meraih kemenangan di UFC 322, Islam Makhachev menyatakan keinginannya untuk berpartisipasi dalam kartu utama di Gedung Putih. "Woo! Donald Trump (Presiden AS), ayoo. Buka Gedung Putih. Saya akan datang," serunya setelah pertarungan. Pernyataan ini menunjukkan ambisi Makhachev untuk tampil di event bersejarah tersebut.
Meskipun muncul rumor mengenai kemungkinan pertarungan antara Makhachev dan Ilia Topuria, Arman Tsarukyan tidak menyertakan duel tersebut dalam skenarionya untuk UFC Gedung Putih. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai siapa saja petarung yang akan terpilih untuk berkompetisi di event yang sangat dinanti-nantikan ini.
Dengan berbagai spekulasi yang beredar, perhatian kini tertuju pada perkembangan selanjutnya di dunia UFC dan bagaimana persaingan di kelas ringan serta kelas welter akan berlangsung menjelang event yang akan datang.




