Alasan Lamine Yamal Gagal Raih Ballon d'Or 2025 Menurut Presiden LaLiga
Presiden Liga Spanyol, Javier Tebas, memberikan penjelasan mengenai kegagalan wonderkid Barcelona, Lamine Yamal, dalam meraih penghargaan Ballon d'Or 2025. Dalam ajang penghargaan tersebut, Yamal harus puas berada di posisi kedua, kalah dari Ousmane Dembele yang tampil menonjol bersama Paris Saint-Germain (PSG).
Dalam satu tahun terakhir, PSG berhasil meraih lima gelar bergengsi, termasuk Liga Champions, Piala Super UEFA, Liga Prancis, Piala Prancis, dan Piala Super Prancis. Keberhasilan tim asal Prancis ini didukung oleh performa individu Dembele yang mencetak 35 gol dan 16 assist dari 53 pertandingan yang dijalaninya.
Sementara itu, Lamine Yamal juga menunjukkan performa yang mengesankan dengan mencetak 18 gol dan 25 assist dari 55 pertandingan. Namun, Yamal hanya mampu membawa Barcelona meraih gelar domestik, yaitu Liga Spanyol, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol.
Perbedaan jumlah gelar yang diraih oleh kedua pemain tersebut menjadi salah satu faktor penentu dalam perebutan Ballon d'Or 2025. Menurut Tebas, keberhasilan tim di kompetisi internasional sering kali menjadi pertimbangan penting dalam penilaian penghargaan individu ini.




