Transjakarta Siapkan Strategi Hadapi Lonjakan Penumpang Selama Mudik dan Arus Balik Lebaran
Transjakarta mengumumkan langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama arus mudik dan arus balik Lebaran. Dalam upaya ini, perusahaan akan menambah armada dan memperpanjang jam operasional, termasuk layanan Angkutan Malam Hari (Amari).
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menyatakan bahwa lonjakan penumpang biasanya terjadi di terminal dan stasiun besar, terutama saat arus balik. "Saat mudik dan arus balik, kami juga akan melakukan antisipasi di terminal-terminal besar, seperti di Pulo Gebang. Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk menyesuaikan layanan," ujarnya.
Fokus pada Terminal dan Stasiun Besar
Welfizon menjelaskan bahwa pergerakan penumpang saat arus balik cenderung lebih tinggi dibandingkan saat keberangkatan mudik. "Lonjakan penumpang saat arus balik cukup signifikan. Oleh karena itu, kami akan menyiapkan rute-rute khusus dan memperpanjang jam operasi," tambahnya.
Transjakarta juga akan memperhatikan kepadatan di kawasan stasiun, termasuk stasiun Senen dan sekitarnya, untuk memastikan layanan tetap optimal.
Peningkatan Layanan Amari
Untuk mengatasi kepadatan pada malam hari, Transjakarta akan memperkuat layanan Amari. "Kami akan menambah jumlah armada, terutama pada malam hari untuk layanan Amari," ungkap Welfizon.
Penambahan armada akan dilakukan secara situasional, disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Perpanjangan Jam Operasional
Selain penambahan armada, Transjakarta juga akan memperpanjang jam operasional sebagai langkah untuk menghindari penumpukan penumpang. Perusahaan akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk menyesuaikan layanan di titik-titik krusial selama periode mudik dan arus balik.
Langkah-langkah ini diambil agar mobilitas warga yang kembali ke Jakarta setelah Lebaran dapat terlayani dengan baik, terutama pada malam hari yang sering menjadi puncak arus balik.




