Perjanjian Perdagangan AS-Taiwan Dapat Dukungan dari Sektor Pertanian dan Industri
Kantor Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (USTR) mengeluarkan pernyataan (17/2) menunjuk bahwa, penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik antara AS dan Taiwan baru-baru ini, mendapat pujian dari para petani, peternak, dan pemimpin industri AS.
Menurut pernyataan USTR, Ambassador USTR, Jamieson Greer pekan lalu menghadiri upacara penandatanganan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (ART).
Pernyataan tersebut menyebut, produsen pertanian dan industri AS mengharapkan manfaat dari pengurangan hambatan perdagangan non-tarif Taiwan dan pengurangan tarif sebesar 99% untuk ekspor ke AS, dan kabar ini mendapat pujian dari para petani, peternak, dan pemimpin industri AS.
CEO National Milk Producers Federation Gregg Doud mengatakan, penandatanganan perjanjian ini dengan Taiwan melanjutkan momentum kuat pemerintah dalam mengamankan perjanjian perdagangan global baru. Setiap perjanjian yang menurunkan hambatan dan memperluas akses pasar memperkuat peternakan sapi perah AS dan komunitas pendukung.
Presiden dan CEO USDEC (U.S. Dairy Export Council), Krysta Harden menunjuk, perjanjian ini memperkuat keunggulan kompetitif AS atas pemasok lain dan memastikan bahwa hambatan non-tarif tidak menghambat perluasan ekspor susu AS. USDEC berharap dapat terus bekerja sama dengan pemerintah Taiwan dan industri lokal untuk meningkatkan konsumsi susu dan meningkatkan kontribusi AS dalam memenuhi permintaan Taiwan akan susu segar dan produk susu lainnya.
Presiden dan CEO International Dairy Foods Association, Michael Dykes mengatakan bahwa, pihaknya dengan tegas mendukung perluasan akses pasar pemerintah untuk produk susu AS melalui perjanjian perdagangan terbaru ini. Pembebasan tarif sepenuhnya untuk produk susu (susu cair) di Taiwan menciptakan peluang signifikan bagi produsen dan pengolah susu AS untuk bersaing, berkembang, dan sukses di pasar yang berharga ini.




