Pemimpin Kristen Bangladesh Sambut Kemenangan Partai Sekuler BNP
Sebuah poster ketua Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) dan kandidat Tarique Rahman dipajang saat para pendukung berkumpul di luar kantor BNP di Dhaka pada 13 Februari 2026. BNP merayakan kemenangan telak pada 13 Februari dalam pemilihan pertama yang diadakan sejak pemberontakan mematikan tahun 2024, dan Tarique Rahman menjadi perdana menteri. (Foto: AFP)
Tweet
T Larger | Smaller
Setiap akhir pekan, UCA News merangkum berita-berita utama terkait Gereja Katolik dari seluruh wilayah di Asia. Berikut adalah berita-berita utama selama pekan ini.
BANGLADESH: Para pemimpin Kristen di Bangladesh puji kemenangan partai sekuler
Para pemimpin Kristen (Katolik dan Protestan) di Bangladesh menyambut baik kemenangan Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) dalam pemilu, dan mendesak pemerintah baru untuk memprioritaskan kesejahteraan, keamanan, dan hak-hak yang setara bagi komunitas minoritas dan masyarakat kurang mampu.
Aliansi yang dipimpin BNP mengamankan 212 dari 300 kursi parlemen, sementara aliansi sayap kanan yang dipimpin Jamaat-e-Islami memenangkan 77 kursi dalam pemilu 12 Februari.
Beberapa kelompok Kristen, termasuk Konferensi Waligereja Bangladesh, Forum Gereja Bersatu Bangladesh, dan Asosiasi Kristen Bangladesh, dalam pernyataan terpisah pada Hari Minggu, mengucapkan selamat kepada pemerintah.
Mereka menyatakan harapan bahwa pemerintahan baru, di antara prioritas lainnya, juga akan memastikan kerukunan antar umat beragama, keadilan, dan martabat bagi semua warga negara.
Umat Kristen berjumlah sekitar 500.000, atau setengah persen dari populasi, tetapi telah memberikan kontribusi signifikan dalam pendidikan, perawatan kesehatan, dan pembangunan, kata para pemimpin Gereja.
Organisasi-organisasi tersebut juga menyatakan keyakinan bahwa pemerintah baru akan memberikan kepemimpinan yang kuat dalam melindungi martabat manusia dan memastikan hak-hak semua warga negara.
FILIPINA: Universitas Yesuit di Filipina luncurkan penggalangan dana untuk menyediakan listrik tenaga surya
Universitas Ateneo de Zamboanga yang dikelola oleh Yesuit di Filipina telah meluncurkan kampanye penggalangan dana untuk menyediakan listrik bagi komunitas adat di Pulau Simariki di Kota Zamboanga dengan memasang panel surya.
Universitas tersebut mengklaim inisiatif ini menandai pergeseran dari program bantuan jangka pendek menuju keterlibatan komunitas jangka panjang yang berfokus pada pembangunan.
Proyek ini bertujuan memasang 36 lampu jalan bertenaga surya untuk meningkatkan mobilitas malam hari, keselamatan navigasi, dan aktivitas komunitas secara keseluruhan di ruang publik bersama, menurut laporan yang diterbitkan pada 16 Februari.
Sebanyak 12 unit surya pertama diserahkan pada Desember, menandai Fase 1, sementara penyelenggara terus memobilisasi sumber daya untuk instalasi yang tersisa.
Warga Pulau Simariki di Filipina berpartisipasi dalam program komunitas yang diselenggarakan oleh Universitas Ateneo de Zamboanga dalam foto arsip ini. (Foto: Universitas Ateneo de Zamboanga)
Selama bertahun-tahun, universitas tersebut menjalankan kegiatan amal musiman, mendistribusikan ratusan paket makanan kepada komunitas yang terpinggirkan di seluruh Kota Zamboanga dan sekitarnya.
Universitas tersebut menyatakan harapan bahwa proyek ini akan mendorong kemitraan berkelanjutan dan menunjukkan bagaimana energi terbarukan dapat menumbuhkan lingkungan komunitas yang lebih aman.
Filipina, negara mayoritas Katolik, memiliki perkiraan populasi 117 juta jiwa, dengan sekitar 98 persen di antaranya memiliki akses listrik.
Namun, laporan media menunjukkan bahwa setidaknya 2,7 juta orang, sebagian besar di daerah terpencil, tidak memiliki akses listrik.
MYNAMAR: Gereja Katolik di negara bagian yang dilanda konflik di Myanmar buka gereja baru
Umat Katolik di Negara Bagian Chin, Myanmar, telah membuka gereja baru di Kota Matupi, di bawah Keuskupan Hakha, yang oleh para pemimpin Gereja digambarkan sebagai tanda harapan dan ketahanan di wilayah mayoritas Kristen yang dilanda konflik.
Gereja Santo Yosef secara resmi dibuka pada 12 Februari. Negara Bagian Chin, di barat laut Myanmar, adalah rumah bagi sekitar 500.000 orang, sekitar 85 persen di antaranya adalah umat Kristiani, terutama Baptis. Umat Katolik berjumlah sekitar 70.000.
Dalam foto arsip ini, umat Katolik Myanmar berdoa di dalam Katedral St. Maria di Yangon. (Foto: AFP)
Myanmar telah dilanda konflik sejak kudeta militer Februari 2021 yang menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi. Protes anti-kudeta meletus di seluruh negeri dan pertempuran semakin intensif antara kelompok bersenjata etnis dan pasukan junta.
Kekerasan tersebut telah menyebabkan sekitar setengah dari populasi Negara Bagian Chin mengungsi dan menghancurkan kota-kota serta infrastruktur.
Para aktivis HAM mengatakan gereja-gereja milik umat Katolik, Metodis, Presbiterian, Pentakosta, dan Adven Hari Ketujuh dicap sebagai “pusat perlawanan” dan sengaja dibakar.
Sebuah organisasi HAM yang berbasis di Chin melaporkan bahwa lebih dari 107 rumah ibadah, termasuk 67 gereja, telah dihancurkan di negara bagian tersebut sejak tahun 2021.
INDIA: Remaja Kristen di India ditolak pemakamannya oleh warga desa
Seorang remaja berusia 13 tahun ditolak pemakaman dengan ritus Kristen di India setelah penduduk desa Hindu diduga menuntut agar keluarganya meninggalkan iman mereka, yang oleh para pemimpin Gereja digambarkan sebagai bagian dari pola pemaksaan yang semakin meningkat yang menargetkan umat Kristen.
Penduduk desa di Negara Bagian Odisha menghentikan keluarga Ayush Santa untuk menguburkannya di pemakaman umum pada Sabtu kecuali mereka setuju untuk meninggalkan agama Kristen.
Remaja laki-laki itu meninggal akibat gagal ginjal.
Dalam foto yang diambil pada 28 Februari 2024 ini, terlihat makam seorang Kristen yang meninggal ketika massa mengamuk di beberapa wilayah Negara Bagian Odisha, India timur, setelah pembunuhan seorang pendeta Hindu. Makam tersebut berada di pemakaman sebuah gereja di Distrik Kandhamal, Negara Bagian Odisha, India. (Foto: Dibyangshu Sarkar/AFP)
Menyusul keluhan dari umat Kristen setempat, pihak berwenang distrik mengerahkan lebih dari 40 personel polisi ke desa tersebut, namun upaya tersebut gagal menyelesaikan kebuntuan.
Para aktivis Kristen pada Minggu mengatakan bahwa pemakaman awalnya dilakukan di lahan pribadi keluarga dan kemudian di tanah milik keluarga hanya setelah keluarga setuju untuk tidak melakukan pemakaman Kristen.
Para aktivis mengatakan polisi bernegosiasi dengan anggota keluarga untuk menandatangani dokumen yang menyetujui untuk melakukan “pemakaman sederhana, bukan pemakaman Kristen,” dan tidak menempatkan simbol-simbol Kristen, seperti salib.
KOREA: Uskup Korea minta para uskup seluruh Asia desak umat Katolik untuk tidak ke tempat ziarah Maria yang tidak diakui
Para Uskup Katolik di Korea ingin para uskup di seluruh Asia menyampaikan umat Katolik setempat tentang sebuah tempat ziarah Bunda Maria yang beroperasi di Korea tanpa izin, di mana seorang imam yang diusir dilaporkan terus merayakan sakramen secara ilegal.
Komite Tetap Konferensi Waligereja Korea, yang bertemu di Seoul pada 10 Februari, memutuskan untuk meminta Federasi Konferensi-konferensi Waligereja Asia untuk menyampaikan kepada umat Katolik mereka bahwa tempat ziarah Maria di Naju, di Keuskupan Agung Gwangju, beroperasi tanpa persetujuan Gereja.
Sebuah patung Bunda Maria terlihat di sebuah tempat ziarah di Naju, Korea Selatan. Mukjizat yang diduga terkait dengan tempat ziarah Naju tidak disetujui oleh Gereja Korea dan Vatikan. (Foto: najumary.or.kr)
Sebelumnya, pada 12 Januari, sekjen Konferensi Waligereja Korea mengeluarkan surat pastoral yang menegaskan kembali bahwa Dikasteri Ajaran Iman Vatikan telah mengeluarkan beberapa pemberitahuan yang mendesak orang-orang untuk tidak terpengaruh oleh mereka yang mempromosikan devosi ke tempat doa Naju.
Dalam surat edaran terbaru mereka, para uskup Korea juga mengingatkan Keuskupan Agung Gwangju untuk mengeluarkan pemberitahuan yang melarang devosi ke tempat doa tersebut dan distribusi semua materi promosi yang terkait dengannya.
Surat edaran tersebut menuduh bahwa Julia Yoon dan para pengikutnya tidak hanya secara terbuka menentang Magisterium, ajaran Gereja, tetapi juga menyesatkan banyak orang dengan secara keliru mengklaim bahwa tempat doa tersebut akan segera menerima persetujuan Gereja.
TIONGKOK: Otoritas Tiongkok akan lakukan penidasan selama libur Tahun Baru Imlek untuk mengekang konten media sosial yang dianggap bermasalah
Administrasi Ruang Siber Tiongkok, regulator internet tertinggi di negara itu, mengatakan pada 13 Februari bahwa mereka akan meluncurkan tindakan keras selama periode liburan Tahun Baru Imlek untuk mengekang konten media sosial yang dianggap bermasalah, termasuk konten apa pun yang memicu ketakutan tentang menikah atau memiliki anak.
Beijing berupaya meningkatkan angka kelahiran negara untuk mencegah krisis demografis seiring dengan penuaan populasi, karena kaum muda Tiongkok menunda atau memilih untuk tidak memiliki anak.
Saat keluarga besar berkumpul untuk liburan terbesar Tiongkok, yang dimulai pada Selasa, pertanyaan tahunan kepada kaum muda tentang status perkawinan dan kemampuan melahirkan anak menjadi tonggak budaya yang digambarkan dalam film, buku, dan artikel, serta dikeluhkan setiap tahun secara daring.
Lampion merah digantung selama Tahun Baru Imlek sebagai simbol keberuntungan. (Foto: Wikipedia)
Pemerintah mencantumkan “menghasut antagonisme gender dan melebih-lebihkan ‘ketakutan akan pernikahan’ dan ‘kecemasan tentang melahirkan anak'” sebagai contoh utama konten yang “dengan sengaja menghasut emosi negatif” yang harus dihapus oleh platform media sosial.
Bertujuan untuk menciptakan “atmosfer daring yang meriah, damai, dan positif untuk Tahun Baru Imlek,” penertiban selama sebulan ini akan menargetkan berbagai topik, termasuk apa yang disebut pemerintah sebagai “konten digital yang tidak pantas.”
INDONESIA: Gubernur Jawa Barat berterima kasih kepada seorang biarawati di NTT
Gubernur Provinsi Jawa Barat Dedy Mulyadi pada Selasa mengucapkan terima kasih kepada Suster Maria Fransiska Imakulata SSpS atas bantuannya kepada para korban dugaan perdagangan orang yang diselamatkan dari sebuah klub malam di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan berjanji akan memberikan dukungan hukum untuk memastikan keadilan.
Suster Imakulata mengatakan kepada UCA News bahwa gubernur menanyakan kondisi para korban dan berjanji akan mengawasi kasus tersebut secara pribadi.
Menurut biarawati tersebut, Mulyadi juga mengatakan bahwa ia akan mengunjungi NTT dan bertemu dengan polisi untuk memastikan kasus tersebut diproses sesuai dengan hukum.
Seorang wanita bersama anaknya melihat sebuah perahu yang membawa sekitar 300 pengungsi Rohingya ke pantai Laweueng di Distrik Pidie, Provinsi Aceh, 10 Desember 2023. (Foto: Chaideer Mahyuddin/AFP via Getty Images)
Suster Imakulata memimpin Tim Relawan Kemanusiaan Flores, sebuah koalisi advokasi yang didukung Gereja Katolik yang berbasis di Kabupaten Sikka, Flores.
Kelompok ini bekerja sama dengan beberapa organisasi HAM di seluruh NTT.
Polisi setempat menyelamatkan 13 wanita dari sebuah klub malam pada Januari setelah upaya advokasi oleh koalisi dan para mitranya.
Para wanita tersebut saat ini berada di bawah perawatan koalisi, sementara pihak berwenang klub malam menghadapi penyelidikan atas dugaan perdagangan orang.
Menurut Komnas HAM, NTT tetap menjadi pusat perdagangan orang karena kemiskinan yang terus-menerus dan terbatasnya kesempatan kerja.
KAMBOJA: Kamboja perketat pengawasan terhadap ribuan tersangka perdagangan orang dan penipu
Dengan dukungan Tiongkok, Kamboja telah memperketat pengawasan terhadap ribuan tersangka perdagangan orang dan penipu daring, dengan mengatakan telah menutup 200 pusat penipuan dalam beberapa minggu terakhir dan ribuan tersangka lainnya akan dideportasi.
Di antara mereka terdapat 3.400 warga Indonesia yang diperkirakan akan dideportasi secara bertahap, sementara 225 lainnya telah kembali ke tanah air secara sukarela sejak 30 Januari.
Seperti banyak terduga pelaku perdagangan orang lainnya, mereka mengeluh tidak memiliki paspor, visa, dan tidak mampu membayar denda yang dikenakan oleh Kamboja.
Para pekerja membawa barang-barang mereka saat berjalan keluar dari komplek pusat penipuan yang diduga berada di Sihanoukville, Kamboja, dalam foto yang diambil pada 14 Januari ini. (FOTO: AFP)
Lebih dari 3.300 orang dideportasi pada minggu pertama Februari, termasuk 73 warga Korea Selatan yang diduga menipu rakyatnya sendiri sebesar 33 juta dolar AS.
Batas waktu yang ditetapkan sendiri oleh pemerintah Kamboja pada 31 Maret telah menambah rasa urgensi dalam pemberantasan para penipu, yang juga mengikuti peringatan keras dari Tiongkok bahwa tidak akan ada lagi kelonggaran yang diberikan kepada warga negaranya yang terlibat dalam kejahatan terorganisir.
Sumber: Bangladeshi christian leaders laud secular partys victory in Bangladesh




