Nurul Hidayatus Sholikhah: Ciptakan Kesuksesan Bisnis Sampingan Sambil Mengajar
Sumber Foto: Radar Tulungagung
Waktu Utama

Nurul Hidayatus Sholikhah: Ciptakan Kesuksesan Bisnis Sampingan Sambil Mengajar

RADAR TULUNGAGUNG - Tak banyak orang yang mampu membagi diri secara seimbang antara pekerjaan utama dan bisnis sampingan.

Namun, seorang tenaga pengajar asal Tulungagung yang bernama Nurul Hidayatus Sholikhah membuktikan bahwa dengan niat kuat dan manajemen waktu yang tepat, semua bisa berjalan berdampingan.

Sehari-hari, Nurul adalah kepala sekolah di TK DWP Sumberdadap, Kecamatan Pucanglaban, Tulungagung sekaligus menjabat sebagai PJ Kepala Sekolah TK PGRI Sumberdadap dan penanggung jawab di KB Cendekia Sumberdadap.

Dunia pendidikan sudah lama menjadi jalan hidup wanita 36 tahun ini. Namun, siapa sangka, di balik aktivitas padat itu,

Nurul juga merintis bisnis kreatif bernama Ladiesta Beauty yang bergerak di bidang tata rias, dekorasi, foto studio, hingga persewaan kostum.

Kepada Koran ini, wanita yang berdomisili di Desa Sumberdadap, Kecamatan Pucanglaban ini mengaku jika membangun usaha juga menjadi impiannya.

Tak berhenti di sana, akhir 2024 lalu ia melangkah lebih jauh dengan meluncurkan produk parfum “Ladiesta Parfum” yang hadir dalam tiga varian aroma: Sweet Fiore, Soft Ladiest, dan Romano.

Uniknya, parfum ini berawal dari kegelisahan pribadi. “Saya sering gonta-ganti parfum, tapi rata-rata wanginya cepat hilang. Dari situ saya mulai meracik sendiri, awalnya hanya untuk dipakai pribadi. Eh, ternyata banyak yang suka dan akhirnya jadi produk jualan,” cerita Nurul dengan nada semangat.

Ketertarikan Nurul pada dunia tata rias memang berangkat dari hobi. Apalagi dia memang suka makeup. "Jadi sekalian saja saya kembangkan. Hobi bisa jadi bisnis yang menjanjikan,” katanya.

Namun, menjalankan dua peran bukan tanpa tantangan. Nurul mengaku sempat takut memulai bisnis karena dihantui kegagalan.

“Awalnya saya merasa bisnis itu sulit. Saya takut gagal. Tapi akhirnya saya memberanikan diri. Ternyata, kalau kita pantang menyerah, peluang selalu terbuka,” ujarnya.

Dalam kesehariannya, Nurul punya cara cerdas membagi waktu. Pukul 06.30 ia sudah siap di sekolah, sementara untuk urusan salon dan rias pengantin ia dibantu tiga karyawan: seorang admin, asisten MUA, dan fotografer.

“Kuncinya koordinasi dan jadwal yang jelas. Kalau ada job MUA, saya diskusikan dulu dengan guru di sekolah. Jadi semua tetap berjalan,” jelasnya.

Di balik semangat itu, Nurul mengaku memiliki sosok yang selalu menjadi penyemangat: suami dan orang tuanya.

“Suami saya, Dedi Irawan, adalah orang pertama yang selalu mendukung. Begitu juga orang tua saya yang terus memberi doa dan semangat,” tambahnya.

Meski sempat mengalami titik jenuh karena padatnya aktivitas, Nurul punya resep sederhana untuk bangkit, yakni olahraga, jalan-jalan, dan bersosialisasi dengan teman. Baginya, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga semangat kerja.

“Kegagalan itu bagian dari proses. Jangan dijadikan penghalang, justru sebagai pelajaran berharga untuk berkembang,” tegasnya.

Ke depan, Nurul berharap lembaga pendidikan yang ia pimpin makin diminati masyarakat, melahirkan generasi yang berkarakter, bertakwa, dan cinta tanah air.

Untuk bisnis, ia bertekad mengembangkan Ladiesta Parfum agar dikenal luas dan diminati semua kalangan. “Yang terpenting tetap menjaga kualitas, aroma unik, dan ketahanan wangi yang lebih lama,” katanya penuh optimisme. ****

Editor : Dharaka R. Perdana