Mengenang Kejayaan Liverpool: Lima Piala dalam Setahun 2001
BLITAR - Sebelum era keemasan Jurgen Klopp membawa Liverpool kembali ke puncak dunia, publik Anfield pernah merasakan sensasi luar biasa di awal milenium. Jauh sebelum keajaiban Istanbul 2005, The Reds sudah lebih dulu menggebrak panggung sepak bola dengan catatan sejarah yang tak terlupakan. Fenomena tersebut dikenal sebagai rekor lima piala Liverpool 2001, sebuah pencapaian impresif yang diraih di bawah tangan dingin manajer asal Prancis, Gerard Houllier.
Meskipun saat itu Liga Inggris didominasi oleh rivalitas panas antara Manchester United besutan Sir Alex Ferguson dan Arsenal era Arsene Wenger, Liverpool mampu mencuri panggung. Dalam kurun waktu satu tahun kalender, Steven Gerrard dan kawan-kawan berhasil mengangkat lima trofi sekaligus. Keberhasilan ini bermula dari musim 2000-2001 yang fenomenal, di mana mereka mengamankan "Mini Treble" sebelum menyempurnakannya dengan dua gelar tambahan di awal musim berikutnya.
Pencapaian rekor lima piala Liverpool 2001 ini memang kerap mendapatkan cibiran dari fans rival. Sebutan Mickey Mouse Treble atau Plastik Treble sering dialamatkan kepada mereka karena tidak melibatkan gelar Premier League atau Liga Champions. Namun, bagi loyalis The Reds, memenangkan FA Cup, League Cup (Worthington Cup), UEFA Cup (Europa League), UEFA Super Cup, dan Community Shield dalam setahun adalah bukti sahih kebangkitan harga diri klub di level domestik maupun Eropa.
Kepercayaan diri pemain semakin meningkat. Tiga bulan berselang, Liverpool menghadapi raksasa Arsenal di final Piala FA yang sangat ikonik. Arsenal sempat memimpin hingga menit ke-73 dan hampir dipastikan juara. Namun, Michael Owen menunjukkan mengapa ia layak disebut "anak emas" Anfield. Secara heroik, Owen mencetak dua gol balasan di menit-menit akhir (83' dan 88'), membalikkan keadaan menjadi 2-1, dan membawa pulang trofi FA Cup pertama dalam sembilan tahun.
Drama Sembilan Gol di Final UEFA Cup
Melengkapi koleksi piala ketiga di musim tersebut, Liverpool harus melewati laga melelahkan di kompetisi Eropa. Setelah menyingkirkan raksasa seperti AS Roma dan Barcelona, mereka bertemu Deportivo Alaves di final UEFA Cup. Pertandingan ini menjadi salah satu final paling gila dalam sejarah sepak bola karena berakhir dengan skor 5-4.
Puncaknya terjadi 12 hari kemudian di ajang UEFA Super Cup. Liverpool ditantang oleh juara Liga Champions, Bayern Munchen. Secara mengejutkan, The Reds tampil sangat dominan dan unggul tiga gol lebih dulu melalui John Arne Riise, Emile Heskey, dan lagi-lagi Michael Owen. Meski Bayern sempat membalas dua gol, Liverpool tetap keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2.
Editor : Muhammad Adib Falih Rifly




