KPop Demon Hunters Jadi Film Paling Populer di Netflix, Sekuel Dalam Pembicaraan
Sumber Foto: Tempo.co
Hiburan

KPop Demon Hunters Jadi Film Paling Populer di Netflix, Sekuel Dalam Pembicaraan

Setelah sebelumnya mencetak berbagai rekor, film animasi K-pop Demon Hunters kini menorehkan prestasi baru sebagai film paling populer di Netflix sepanjang masa.

“Setelah membuat gelombang sebagai film animasi paling banyak ditonton di Netflix, kini menambahkan tonggak emas lain ke dalam daftar pencapaiannya,” tulis laporan Netflix.

Dilansir dari Channel News Asia, hingga akhir Agustus, film ini telah meraih lebih dari 236 juta penayangan, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang film Red Notice (2021) yang dibintangi Dwayne Johnson, Ryan Reynolds, dan Gal Gadot.

Fenomena ini menunjukkan bahwa KPop Demon Hunters, hasil kerja sama Sony Pictures Animation dengan Netflix, berhasil menjadi sensasi global. Film ini dirilis pada 20 Juni dan hanya dalam beberapa minggu langsung mendominasi daftar tontonan di seluruh dunia.

KPop Demon Hunters mengikuti kisah grup idola fiksi Huntr/x, terdiri dari Rumi, Mira, dan Zoey, yang ternyata memiliki identitas ganda sebagai pemburu iblis. Konflik memuncak ketika mereka harus menghadapi grup saingan, Saja Boys, yang diam-diam merupakan kumpulan iblis.

Konsep unik yang menggabungkan budaya pop Korea dengan fantasi aksi terbukti berhasil memikat audiens lintas generasi. Film ini juga memperkuat posisi musik K-Pop di ranah global.

Soundtrack resminya bahkan mencetak sejarah di tangga lagu Billboard. Album KPop Demon Hunters (Soundtrack from the Netflix Film) menjadi soundtrack pertama yang menempatkan empat lagu sekaligus di Top 10 Billboard Hot 100.

Dilansir dari laman resmi Netflix, lagu ini juga menduduki peringkat kedua Billboard 200. Hingga kini, lagu-lagu tersebut telah diputar lebih dari 3 miliar kali secara global.

Tidak hanya itu, versi sing-along yang dirilis terbatas di bioskop AS, Kanada, Australia, Selandia Baru, dan Inggris juga laris manis dengan lebih dari 1.300 pemutaran sold out.

Menariknya, perjalanan KPop Demon Hunters tidak sepenuhnya mulus sejak awal. Pada 2021, di tengah pandemi, Sony membuat keputusan strategis menyerahkan distribusi film ini kepada Netflix.

Kesepakatan tersebut membuat Netflix menanggung seluruh biaya produksi senilai sekitar 100 juta dolar AS, sekaligus memberi Sony tambahan 25 juta dolar AS serta sebagian keuntungan dari penjualan soundtrack.

Keputusan itu sempat dipandang sebagai risiko, mengingat film animasi orisinal sering kesulitan bersaing di box office pasca-pandemi. Namun, jangkauan global Netflix, film ini menemukan audiens luas dan tumbuh menjadi fenomena budaya.

“Kami senang bisa mendukung para kreator di balik KPop Demon Hunters dan menjadikan film ini bagian dari strategi besar Netflix untuk menghibur keluarga di seluruh dunia,” ujar Dan Lin, kepala divisi film Netflix, seperti dikutip dari The Hollywood Reporter.

Kesuksesan luar biasa ini memicu perbincangan soal kemungkinan hadirnya sekuel. Sony Pictures Animation dilaporkan telah menjalin diskusi awal dengan para sutradara Maggie Kang dan Chris Appelhans. Namun, belum ada kesepakatan resmi karena hak cipta film ini dimiliki bersama oleh Netflix dan Sony.

Kang dan Appelhans sendiri hanya memberikan isyarat samar terkait arah cerita berikutnya. Namun, para penggemar meyakini masih banyak ruang untuk eksplorasi kisah Huntr/x, baik dari sisi pertarungan melawan iblis maupun perjalanan musikal mereka.