Kolaborasi Indonesia Comic Con dan Anime Con 2025 Perkuat Ekosistem Kreatif Nasional
Kolaborasi antara Indonesia Comic Con x Indonesia Anime Con tahun ini menjadi babak baru bagi industri kreatif Tanah Air. Untuk pertama kalinya, dua event besar tersebut disatukan dalam satu panggung besar bertema Pop Culture Crossover Celebration of the Year.
Director of Panorama Media Andita Tirtawisata menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memperkuat ekosistem kreatif nasional.
“Esensi dari apa yang kami lakukan selama ini selalu sama, yaitu menjadi wadah bagi pertumbuhan ekosistem industri kreatif di Indonesia,” ujar Andita.
Dia menambahkan, Panorama ingin ikut andil dalam menciptakan ruang yang lebih besar, lebih inklusif, dan lebih representatif bagi seluruh penggemar, kreator, dan juga pelaku industri kreatif.
Baca juga: 5 Anime Musim Gugur 2025 Paling Dinanti, dari SPY x FAMILY hingga My Hero Academia
Andita menyebut penyatuan dua event besar ini adalah keputusan strategis untuk membuka peluang lebih besar bagi kreator lokal agar bisa dikenal di tingkat global. Andita juga melihat potensi besar dalam budaya pop yang kini berkembang menjadi kekuatan ekonomi kreatif dengan dampak luas bagi generasi muda.
Sementara itu, Project Manager MyBCA ICC x INACON Lulu Anwar mengungkapkan bahwa tema tahun ini menjadi benang merah bagi seluruh rangkaian program yang dihadirkan. “Tahun ini kami mengangkat tema Pop Culture Crossover Celebration of the Year sebagai benang merah dari seluruh rangkaian program,” ujarnya.
Lulu menjelaskan bahwa acara ini menampilkan berbagai kegiatan seperti cosplay parade, cosplay runway, comic live drawing, music show, toy hunting ground, hingga IP collaboration and launching. Dia menekankan bahwa gelaran kali ini menghadirkan dua panggung besar Super Stage di Plenary Hall dan Wonder Stage di Assembly Hall dengan program lintas genre yang mempertemukan elemen movie, comic, music, toys, games, dan cosplay.
Dari sisi kolaborasi, Vice President E-Channel & Funding Business Bureau BCA Anton Setiawan menuturkan bahwa dukungan BCA terhadap acara ini berangkat dari kesadaran akan pentingnya ruang bagi kreativitas dan komunitas muda.
“BCA melihat Indonesia Comic Con dan Indonesia Anime Con bukan hanya sebuah event, tapi juga sebuah ekosistem yang mempertemukan para penggemar, kreator, brand serta talenta lokal maupun internasional dalam satu panggung yang inklusif dan penuh warna,” katanya.
Anton mengharapkan gelaran ini dapat menjadi ruang positif untuk mendorong kreativitas, memperkuat kolaborasi lintas sektor dan membuat peluang baru bagi generasi muda untuk berkarya dan berkontribusi lebih di Indonesia.
Dia juga menjelaskan bahwa partisipasi BCA merupakan bentuk dukungan terhadap regenerasi nasabah muda yang kini menjadi segmen penting dalam perkembangan industri kreatif dan ekonomi digital.
Konferensi Pers Indonesia Comic Con 2025 di Senayan Park pada Selasa (21/10/2025). (Sumber gambar: Indah Permata Hati/Hypeabis.id)
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Perwakilan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ketua Sub Kelompok Hubungan Antarlembaga dan Fasilitasi HKI Endrati Fariani menilai bahwa kegiatan seperti Indonesia Comic Con memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah.
“Subsektor ekonomi kreatif tumbuh lebih cepat dibanding dengan pertumbuhan ekonomi Jakarta. Jika kita meningkatkan kegiatan kesejahteraan komunitas, berarti kita akan meningkatkan perekonomian daerah,” ujarnya.
Endrati menjelaskan bahwa Indonesia Comic Con melibatkan banyak subsektor kreatif seperti kriya, fesyen, desain grafis, hingga pengembangan aplikasi digital. Dengan berkembangnya event ini, subsektor lain juga akan tertarik untuk berpartisipasi sehingga pertumbuhan perekonomian daerah dapat meningkat.
Lebih jauh, dia menyoroti pentingnya unsur budaya lokal yang menjadi identitas khas Jakarta di tengah penyelenggaraan event internasional. “Keberadaan Indonesia Comic Con itu juga menunjukkan bahwa Jakarta bisa jadi kota global,” katanya.
Namun, menurutnya, status kota global tidak boleh menghapus jati diri budaya daerah. “Datang ke Indonesia Comic Con, pasti ada unsur-unsur budaya kota Jakarta. Misalnya ondel-ondel, karena itu penanda bahwa kita adalah Jakarta yang mempunyai unsur budaya yang tidak boleh ditinggalkan dan menjadi keunikan serta pembeda dari kota lain,” jelasnya.
Endrati menegaskan bahwa simbol budaya tersebut bukan hanya ornamen. Endrati menekankan bahwa ini juga bentuk representasi nilai lokal dalam ruang modern. Kehadiran elemen seperti ondel-ondel mencerminkan perpaduan antara tradisi dan modernitas yang menjadi karakter Jakarta sebagai kota kreatif.
Dia berharap, Jakarta dapat memperkuat posisinya sebagai kota global yang tetap berakar pada budaya lokal sekaligus membuka peluang besar bagi tumbuhnya transaksi ekonomi kreatif dari para pelaku industri dan komunitas pop culture.
Baca juga: 7 Rekomendasi Anime Tayang Oktober 2025, My Hero Academia 8 dan Spy x Family 3
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)




