IHSG Melemah ke 8.257 di Awal Perdagangan Jumat, Bursa Asia Tertekan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif dan cenderung melemah pada awal perdagangan Jumat (20/2/2026), seiring mayoritas bursa Asia yang berada di zona merah.
Mengutip data RTI pukul 09.24 WIB, IHSG turun 0,20% atau 16,305 poin ke level 8.257,776. Sebanyak 337 saham melemah, 210 saham menguat, dan 161 saham stagnan.
Total volume perdagangan mencapai 7,5 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 4,2 triliun.
Sebanyak tujuh indeks sektoral menekan laju IHSG pagi ini. Tiga sektor dengan penurunan terdalam yakni: IDX-Energy turun 1,20%, IDX-NonCyc turun 0,62%, dan IDX-Trans turun 0,59%.
Saham-saham yang masuk jajaran top losers LQ45 antara lain:
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 3,33% ke Rp 2.030
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) turun 3,31% ke Rp 875
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) turun 3,23% ke Rp 2.400
Sementara itu, saham top gainers LQ45 meliputi:
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) naik 3,85% ke Rp 2.970
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 3,80% ke Rp 1.775
PT United Tractors Tbk (UNTR) naik 1,32% ke Rp 30.675
Bursa Asia Tertekan Ketegangan AS-Iran
Pasar saham Asia-Pasifik mayoritas melemah mengikuti penurunan tiga indeks utama Wall Street, yang tertekan aksi jual saham private credit dan meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Prospek serangan terhadap Iran meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mengambil keputusan terkait aksi militer terhadap Teheran dalam 10 hari ke depan.
Harga minyak melanjutkan kenaikan. Minyak mentah AS naik 0,29% ke US$66,62 per barel, sementara Brent menguat 0,26% ke US$71,92 per barel.
Kenaikan ini mencerminkan kekhawatiran pasar atas potensi gangguan pasokan di Timur Tengah.
Pergerakan Bursa Regional
Di Jepang, inflasi Januari turun di bawah target 2% Bank of Japan untuk pertama kalinya dalam 45 bulan.
Indeks Nikkei 225 turun 1,29%, sementara TOPIX melemah 1,33%. Saham Sumitomo Pharma bergerak volatil, sempat melonjak 6,81% sebelum anjlok lebih dari 11%.
Di Korea Selatan, Kospi naik 1,24%, sedangkan Kosdaq turun 0,25%.
Indeks Hang Seng Index melemah 1,03%, sementara pasar saham China daratan masih tutup karena libur Tahun Baru Imlek.
Adapun indeks S&P/ASX 200 di Australia turun tipis 0,14%.




