GBP/JPY Turun dari Level 215,00 Menjelang Keputusan Bank of England
Pasangan mata uang GBP/JPY melemah pada sesi Asia Kamis, melanjutkan koreksi dari level psikologis 215,00 yang juga menjadi titik tertinggi baru sejak Januari 2008. Pergerakan ini menghentikan reli empat hari beruntun, dengan harga berada di kisaran 213,70 atau turun hampir 0,25% pada hari ini.
Pelemahan terjadi di tengah reposisi pelaku pasar menjelang keputusan kebijakan Bank of England (BoE) yang dijadwalkan diumumkan hari ini. BoE secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga tidak berubah, didukung fundamental yang dinilai masih menopang kebijakan saat ini.
Fokus pasar pada sinyal kebijakan BoE
Meski suku bunga diperkirakan tidak berubah, pelaku pasar masih memperhitungkan peluang penurunan biaya pinjaman setidaknya dua kali pada 2026. Karena itu, perhatian investor tertuju pada rincian hasil rapat, termasuk distribusi suara Komite Kebijakan Moneter (MPC) serta konferensi pers setelah pertemuan.
Pernyataan Gubernur BoE Andrew Bailey dinilai berpotensi memengaruhi arah Poundsterling dan menjadi faktor penentu pergerakan GBP/JPY dalam waktu dekat.
Yen tertahan isu fiskal dan ketidakpastian politik
Di sisi lain, Yen Jepang berpotensi tetap berkinerja relatif lebih lemah di tengah kekhawatiran atas kondisi fiskal Jepang. Sorotan mengarah pada rencana fiskal ekspansif Perdana Menteri Sanae Takaichi serta ketidakpastian politik menjelang pemilihan mendadak pada 8 Februari.
Kondisi tersebut disebut dapat membuat pelaku pasar menahan diri untuk mengambil posisi bearish secara agresif pada GBP/JPY. Dengan demikian, pasar masih mencermati apakah penurunan terbaru menandai puncak jangka pendek atau sekadar koreksi sementara.
- GBP/JPY terkoreksi dari 215,00 dan berhenti naik setelah reli empat hari.
- Pasar menunggu keputusan BoE, yang diperkirakan menahan suku bunga.
- Perhatian tertuju pada suara MPC dan pernyataan Andrew Bailey.
- Yen dibayangi isu fiskal dan ketidakpastian politik Jepang menjelang pemilu 8 Februari.




