Festival J-POP.ZIP 2025: Merayakan Pertukaran Budaya Jepang dan Korea di Seoul
SELEBRITALK - Seoul, khususnya kawasan trendi Seongsu-dong, pada 3-5 ktober dipenuhi warna dan semangat budaya pop Jepang akhir pekan ini.
Selama tiga hari berturut-turut, ruang kreatif Space S50 menjadi tuan rumah bagi J-POP.ZIP 2025, festival musik dan budaya Jepang yang digagas oleh Universal Music Japan, label raksasa dibalik deretan artis papan atas Negeri Sakura.
Festival ini dirancang sebagai kampanye lintas budaya yang “men-zip” esensi JPop ke dalam satu ruang interaktif bagi penggemar Korea.
Pengunjung menikmati zona mendengarkan musik JPop, area permainan dari SEGA, serta stan promosi destinasi wisata dan kuliner khas berbagai daerah Jepang.
Jembatan antar Budaya
Dalam konferensi pers sehari sebelum pembukaan resmi, Tamotsu Asai, selaku Managing Director Universal Strategic Marketing (USM), menekankan pentingnya acara ini sebagai jembatan antarbudaya.
“J-POP.ZIP adalah festival pengalaman yang memungkinkan penggemar Korea merasakan langsung musik Jepang. Setelah mendapat sambutan luar biasa tahun lalu, kini kami bisa memperluas skala berkat dukungan lembaga publik serta partisipasi artis Jepang dan Korea,” ujarnya.
“Kami berharap ini menjadi ruang untuk menemukan kekuatan budaya Jepang sekaligus mempererat pertukaran lintas negara," terusnya.
Kolaborasi Artis Jepang dan Korea
Deretan penampil juga menjadi sorotan utama. Malam kedua akan menampilkan WISUE, musisi indie Minsu, mantan anggota LOONA, Yves, serta GyoshiChii dari band Tokyo yang tengah naik daun, Klang Ruler.
Sedangkan penutupan festival akan menghadirkan Yeonwoo, Jueun dari grup DIA, YonYon, dan penyanyi sekaligus penulis lagu Crystal Kay.
“Saya belum pernah tampil di luar negeri, jadi bisa satu panggung dengan musisi Jepang sungguh menegangkan sekaligus menyenangkan,” kata penyanyi indie Korea Minsu.
"Saya ingin merasakan energi dari penggemar mereka dan semoga suatu hari nanti bisa tampil di Jepang," ia menambahkan.
Sementara itu, YonYon, musisi yang lahir di Seoul dan besar di Tokyo, mengaku antusias dengan debutnya di Korea.
“Saya menulis lagu dengan lirik campuran Korea dan Jepang. Semoga keduanya bisa diterima oleh penonton dari dua negara ini,” ungkapnya.
Lebih dari Sekadar Musik
Tak hanya konser, J-POP.ZIP 2025 juga menghadirkan pengalaman multiindera: listening box dengan efek suara imersif, zona lirik untuk berfoto, serta pameran karya 18 artis Universal Music.
Perusahaan game dan hiburan SEGA turut memeriahkan acara dengan silent disco bertema Sonic the Hedgehog dan Persona series, lengkap dengan demo permainan terbaru.
Beberapa pemerintah daerah Jepang pun ikut berpartisipasi dengan menampilkan produk khas, suvenir edisi terbatas, serta kuliner autentik.
Menutup acara pra-pembukaan, Asai menyampaikan refleksinya tentang hubungan dua budaya musik besar Asia ini.
“Awalnya, para pendengar Jepang yang lebih dulu jatuh cinta pada KPop. Kini, tampaknya giliran penggemar Korea mulai membuka diri terhadap JPop,” ujarnya.
“Saya berharap pesona budaya Jepang terus meluas dan festival ini menjadi ruang bermakna bagi pertukaran itu," dia memungkasi.***




