Transformasi Little St James: Dari Pusat Skandal Seks ke Destinasi Wisata
Kompas.com, 7 Februari 2026, 12:06 WIB
Ahmad Naufal Dzulfaroh
Penulis
Lihat Foto
Pulau pribadi Jeffrey Epstein, Little St. James(Wikimedia Commons/Navin75)
Sumber CBS News
KOMPAS.com - Seiring dengan rilisnya 3 juta lembar dokumen baru terkait kasus Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman AS pada Jumat (30/1/2026), sorotan dunia kembali tertuju pada sebuah titik di Karibia, Pulau Little St James.
Pulau pribadi yang pernah menjadi pusat skandal perdagangan seks yang melibatkan nama-nama besar ini, memulai babak baru.
Setelah kematian Epstein di penjara New York pada 2019, Little St James sempat terkatung-katung di pasar properti.
Lantas, bagaimana nasib pulau pribadi Epstein kini?
Baca juga: Punya Dua Pulau Pribadi, dari Mana Sumber Kekayaan Jeffrey Epstein?
Dibeli pengusaha dengan harga murah
Awalnya, pulau ini dipasarkan bersama pulau Epstein lainnya, Great St James, seharga 125 juta dollar AS pada Maret 2022.
Namun, dikutip dari CBS News, tidak ada pembeli yang berminat hingga harganya terus merosot.
Hingga pada Mei 2023, pengusaha keuangan Stephen Deckoff melalui perusahaannya, SD Investments, resmi meminang kedua pulau tersebut.
Deckoff membayar hanya 60 juta dollar AS, sebuah diskon besar dibandingkan harga awal.
Pendiri Black Diamond Capital Management tersebut kini memiliki rencana besar untuk menghapus jejak kelam Epstein.
Deckoff berencana mengubah lokasi yang dulunya tertutup rapat bagi publik tersebut menjadi sebuah destinasi wisata kelas dunia.
Baca juga: Di Mana Pulau Pribadi Jeffrey Epstein dan Apa yang Terjadi di Sana?
Riwayat kelam Little St James
Wikimedia Commons/Navin75 Pulau pribadi Jeffrey Epstein, Little St. James
Terletak sekitar dua mil dari pantai St Thomas, Kepulauan Virgin AS, Little St James merupakan pulau seluas 72 hektare yang dilengkapi fasilitas super mewah.
Mulai dari dermaga pribadi, landasan helikopter, empat vila tamu, hingga sistem penyaringan air berkapasitas tinggi, tersedia di pulau itu.
Namun, di balik kemewahan itu, mantan Jaksa Agung Kepulauan Virgin AS, Denise George, menyebut pulau tersebut sebagai tempat persembunyian sempurna bagi aktivitas kriminal Epstein.
"Ingat, dia memiliki seluruh pulau," ujar George.
"Jadi ini bukan situasi di mana seorang anak atau wanita muda bisa begitu saja melarikan diri dan berlari ke kantor polisi terdekat."
Menurut kesaksian George, Epstein memanfaatkan akses privat ini untuk membawa gadis di bawah umur menggunakan helikopter dari bandara St Thomas langsung ke pulau pribadinya, jauh dari jangkauan pihak berwenang.
Baca juga: Skandal Epstein Guncang Inggris, PM Starmer Akui Salah Tunjuk Dubes
Kesaksian korban
Bagi para korban, Little St James bukanlah surga tropis, melainkan penjara yang dikelilingi lautan.
Salah satu korban yang diduga berusia 15 tahun mencoba melarikan diri dari Little St. James dengan berenang.
"Dia menjebak saya di kamar tidurnya di pulau itu, di mana dia mengikatkan pistol ke tiang tempat tidurnya," tutur seorang korban yang enggan disebutkan namanya.
Ia menambahkan, satu-satunya cara untuk keluar adalah dengan perahu atau helikopter.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Little St James
Little St James epstein
pulau pribadi Epstein
nasib pulau pribadi epstein
Lihat Global Selengkapnya
ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Ledakan Bom yang Tewaskan 31 Orang di Pakistan
Kesaksian Warga Korut, Siswa Sekolah Dieksekusi gara-gara Nonton "Squid Game"
Harga Emas Meroket, Medali Olimpiade Musim Dingin Italia Jadi yang Termahal Dalam Sejarah
Aksi "Robin Hood" di Kanada, Curi Toko Makanan dan Bagikan ke Warga demi Protes Inflasi
Pilihan Untukmu
Terkini Lainnya
Iran Klaim Kapal Induk Lincoln Kabur dari Drone di Selat Hormuz, AS Buka Suara
Internasional
06/03/2026, 22:40 WIB
Perang Timur Tengah Hari Ini: Iran Targetkan Kuwait, Israel Serang Lebanon dan Teheran
Internasional
06/03/2026, 21:54 WIB
Perang Bawah Laut Pecah Lagi Usai 1982, Torpedo AS Ancaman Nyata Iran
Internasional
06/03/2026, 21:20 WIB
Rudal Iran Turun 90 Persen, Bagaimana Bisa Tetap Serang 11 Negara?
Internasional
06/03/2026, 20:40 WIB
NATO-Eropa Kini Terlibat, Sejauh Apa Perang Iran Bisa Meluas?
Internasional
06/03/2026, 19:20 WIB
Detik-detik Kapal Induk Drone Iran Sebesar Era PD II Terbakar Dirudal AS
Internasional
06/03/2026, 16:41 WIB
Sinyal Bahaya untuk AS, Kim Jong Un Panaskan Mesin Perang Korut
Internasional
06/03/2026, 16:12 WIB
AS Mau Pindahkan Perisai Udara Korsel ke Timteng, Seoul Rawan Diserang Korut
Internasional
06/03/2026, 16:01 WIB
Wanita Nikahi 2 WNA Sekaligus, Total Mahar Rp 1 Miliar
Internasional
06/03/2026, 15:11 WIB
Iran Tolak Tuduhan Serangan Drone ke Azerbaijan, Tuding Israel Adu Domba Negara Muslim
Internasional
06/03/2026, 13:56 WIB
Lawan Teknologi Siluman, Iran Masih Andalkan Jet Tempur "Purba" dalam Perang
Internasional
06/03/2026, 13:38 WIB
AS Kerahkan Senjata Laser dalam Perang, Rontokkan Drone dan Rudal Iran
Internasional
06/03/2026, 12:42 WIB
Trump Cawe-cawe Pilih Pemimpin Tertinggi Iran, Tak Tunjuk Reza Pahlavi atau Mojtaba
Internasional
06/03/2026, 12:20 WIB
Kapal Perang Iran Ditorpedo AS Usai Hadiri Parade Militer New Delhi, ke Mana India Berpihak?
Internasional
06/03/2026, 11:37 WIB
Memahami Kenapa Rusia-China Tak Tawarkan Bantuan Militer ke Iran Usai Diserang AS–Israel
Internasional
06/03/2026, 11:23 WIB
1
2
3
Next
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app




