Super Mario Bros Merayakan 40 Tahun Sebagai Ikon Budaya Pop Dunia
Persiapan itu mencakup peliputan di Jepang dan negara lain, serta penyusunan laporan dalam berbagai format: teks, foto, dan video.
Di Jepang, proses wawancara dan peliputan memiliki tantangan tersendiri. Termasuk keharusan membangun hubungan terlebih dahulu sebelum wawancara resmi bisa dilakukan.
Menurut Pionnier, Mario memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Jepang. “Cinta mereka terhadap Mario bisa disamakan dengan kedekatan masyarakat dunia terhadap karakter Disney. Mario adalah karakter yang mengisi masa kecil banyak orang di Jepang,” jelasnya.
Selain popularitasnya sebagai karakter permainan, Mario juga menjadi bagian dari industri merchandise raksasa.
Di berbagai toko di Tokyo dan kota besar lain, mudah ditemukan produk bertema Mario. Mulai dari boneka, pakaian, aksesori, hingga perlengkapan rumah tangga.
Dunia Mario juga telah merambah ke manga, film layar lebar, hingga taman hiburan bertema Mario yang ramai dikunjungi wisatawan.
Super Mario Bros telah menjadi penghubung antargenerasi. “Saya sendiri tidak tumbuh dengan konsol, tapi sekarang sesekali bermain Mario Kart bersama putri saya yang remaja. Dan seperti biasa, saya selalu kalah darinya,” ujar Pionnier, kemudian tertawa.
Mario, si pria berkumis dengan baju merah dan celana kodok biru, kini bukan sekadar karakter permainan. Ia adalah simbol kenangan, semangat petualangan, dan bukti bahwa karakter sederhana dengan nilai-nilai positif bisa hidup abadi dalam benak banyak orang.
Dengan segala pencapaiannya selama 40 tahun, Super Mario Bros dirayakan sebagai gim legendaris. Sekaligus bagian dari budaya pop dunia yang terus berevolusi. Pun, tak pernah kehilangan pesonanya. (*)




