Peran Orang Tua dalam Pengasuhan Anak di Era Digital
RRI.CO.ID, Malang: Perubahan teknologi mempengaruhi cara anak tumbuh belajar bersosialisasi sehingga pengasuhan perlu adaptasi sadar berkelanjutan dalam era digital sekarang. Penggunaan gawai sejak usia dini menjadi perhatian karena dapat berdampak jangka panjang pada perkembangan anak secara psikologis sosial.
“Kehadiran teknologi tanpa pendampingan berpotensi menjadi bumerang jika anak tidak mengenal dunia nyata seimbang secara langsung konsisten utuh. Orang tua memiliki peran utama sebagai pengontrol penggunaan digital agar anak memanfaatkan teknologi secara tepat aman sehat bijak. Kontrol manusia diperlukan karena teknologi hanyalah alat yang membutuhkan arahan nilai dan batasan jelas dalam kehidupan anak seharihari,” ungkap Kak Ira - Wakil Ketua Komunitas Read Aloud Malang Raya, Selasa (20/01/2026).
Di lingkungan sekolah guru dan pendidik juga bertanggung jawab membatasi serta mengarahkan pemanfaatan teknologi pembelajaran secara terukur konsisten. Teknologi dapat digunakan positif sebagai akses buku informasi kreatif tanpa menggantikan pengalaman belajar nyata anak secara langsung seimbang.
“Literasi digital menjadi kunci agar anak mampu memilah konten sesuai usia nilai dan kebutuhan perkembangan diri sosial emosional. Pemahaman ini membantu anak tidak sekadar menjadi pengguna pasif tetapi subjek sadar teknologi digital kritis bertanggung jawab mandiri,” imbuhnya.
Digitalisasi mempengaruhi semua kelompok usia sehingga pengenalan manfaat harus disertai pemahaman risiko seimbang bagi anak keluarga sekolah masyarakat. Fokus berlebihan pada dampak negatif justru dapat menimbulkan ketakutan berlebihan terhadap dunia digital modern saat ini berkembang pesat.
“Efek negatif digital sebenarnya dapat diatasi dengan pendampingan konsisten pengawasan dan komunikasi terbuka antara orang tua anak sekolah. Kesalahan penanganan justru berpotensi menimbulkan dampak berkepanjangan pada perkembangan mental anak hingga usia dewasa nanti secara psikologis sosial,” ujarnya.
Kemampuan memisahkan dunia digital dan nyata penting agar anak tumbuh seimbang adaptif sehat mandiri kritis sosial emosional optimal. Dengan pendampingan tepat dunia digital dapat menjadi sarana belajar berkembang dan berprestasi anak secara positif aman berkelanjutan jangka.




