Pentinya Istiqamah dalam Melaksanakan Shalat Lima Waktu
KBRN, Ternate: Shalat lima waktu merupakan kewajiban utama dan tiang agama yang tidak boleh ditinggalkan Muslim. Perintah ini diturunkan melalui peristiwa Isra Mi’raj yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW.
Dalam Isra Mi’raj, Nabi diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha. Di sana, Allah memerintahkan shalat 50 kali sehari, kemudian dikurangi menjadi lima waktu.
Walaupun hanya lima waktu, Allah menetapkan pahala setara dengan melaksanakan lima puluh kali. Ini menegaskan betapa penting dan utamanya ibadah shalat bagi setiap pemeluk Islam.
Namun dalam praktiknya, masih banyak umat Islam belum istiqamah menjalankan perintah shalat lima waktu tersebut. Bahkan ada yang hanya shalat Jumat dan sekadar menyuruh anak-anaknya tanpa memberi teladan.
Hal ini terungkap dalam majelis ilmu bersama Ustazah Radiah Alhadar di program Hikmah Pagi Pro4, Jumat (4/8/7/2025). Seorang pendengar mengaku hanya shalat Jumat dan lebih sering menyuruh anaknya daripada dirinya.
“Bagaimana kita berharap anak taat kepada Allah, kalau kita sendiri meninggalkan perintah-Nya?” ujar Ustazah Radiah. “Shalat bukan hanya untuk anak, tapi untuk setiap Muslim,” katanya.
Ia menambahkan, shalat adalah pelindung jiwa, penyejuk hati, dan penjaga diri dari perbuatan buruk. “Istiqamah bukan berarti tanpa lalai, tapi terus bangkit saat lengah,” ucap Ustazah Radiah.




