Pengalihan Mulok Keagamaan ke Ekstrakurikuler Dapat Berpengaruh pada Pendidikan Siswa
Sumber Foto: Jombang Banget
Jam Utama

Pengalihan Mulok Keagamaan ke Ekstrakurikuler Dapat Berpengaruh pada Pendidikan Siswa

Prime Time News - Rencana pengalihan mata pelajaran muatan lokal (mulok) keagamaan dan diniyah dari intrakurikuler menjadi ekstrakurikuler di jenjang SD dan SMP di Kabupaten Jombang mendapat sorotan dari berbagai pihak, termasuk pemerhati pendidikan KH Zaimudin Wijaya As’ad.

Awal Kejadian

Perubahan ini berpotensi mengurangi waktu belajar agama siswa, yang menurut Gus Zuem, dapat berdampak negatif pada penguatan karakter dan nilai keagamaan. Ia menegaskan bahwa pengurangan jam pelajaran keagamaan akan membuat anak-anak memiliki lebih banyak waktu luang yang bisa disalahgunakan, terutama dengan risiko terpapar dampak buruk media sosial.

Perkembangan

Gus Zuem juga menyoroti bahwa keputusan ini dapat memengaruhi karir para pembimbing mulok keagamaan, yang perannya dianggap penting dalam pendidikan karakter. Ia berpendapat bahwa alasan efisiensi anggaran menjadi pertimbangan utama di balik kebijakan tersebut, di mana pengalihan kurikulum intrakurikuler ke ekstrakurikuler diduga berkaitan dengan relokasi anggaran pendidikan untuk program lain.

Kondisi Terakhir

Untuk mengatasi dampak negatif yang mungkin timbul, Gus Zuem mendorong pelibatan komite sekolah dan masyarakat dalam mencari solusi agar mulok keagamaan tetap dipertahankan sebagai intrakurikuler. Ia juga menekankan perlunya payung hukum yang jelas untuk menghindari persoalan di masa mendatang.