Panduan Waktu dan Tata Cara Shalat Tahajud dalam Islam
Dalam buku berjudul Mukjizat Sholat Malam For Teens: Meraih Spiritualitas Rasulullah (2009) karya Sallamah Muhammad Abu Al-Kamal, shalat tahajud dilaksanakan pada malam hari saat semua orang telah tidur. Hal ini dipekuat dalam hadis riwayat Tirmidzi, bahwa Nabi saw telah bersabda,
“Hal sekalian manusia, sabar luaskanlah salam dan berikanlah makanan serta shalat malamlah pada waktu manusia sedang tidur supaya kamu masuk Surga dengan selamat.” (HR Tarmidzi)
Dalam keterangan lain Nabi saw bersabda, “Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu adalah shalat sunnah pada waktu malam.” (HR Muslim)
Prinsipnya waktu terbaik shalat tahajud yang dijelaskan dari hadis di atas adalah dilaksanakan setelah shalat Isya’ hingga subuh atau sepanjang malam. Namun, ada ulama yang mengategorikan waktu terbaik shalat tahajud menjadi tiga bagian, yakni pertama waktu utama adalah shalat tahajud yang dilaksanakan pada sepertiga malam pertama atau setelah Isya’ sampai pukul 22.00. Kedua, waktu lebih utama adalah shalat tahajud yang dilaksanakan pada waktu sepertiga malam kedua (pukul 22.00 sampai 01.00). Yang ketiga, waktu paling utama adalah yang dilaksanakan pada sepertiga malam terakhir (01.00 sampai Subuh).
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim disebut,
"Setiap malam Allah SWT turun ke langit dunia sampai tersisa sepertiga malam yang terakhir. Ia (Allah) pun berkata, ‘Adakah hamba-Ku yang meminta sehingga pasti Aku berikan apa yang dia minta? Adakah hamba-Ku yang berdoa hingga pasti Aku kabulkan doanya? Adakah hamba-Ku yang beristighfar sehingga Aku ampuni dosanya?’”
Sedangkan menurut Kementerian Agama (Kemenag), apabila kita hendak mengerjakan shalat tahajud, maka kita terlebih dahulu harus tidur. Shalat tahajud adalah kebiasaan bagi orang-orang yang sholeh, dengan jumlah rakaat paling sedikit 2 rakaat-13 rakaat.




