Longsor di Jalur Utama Samarinda-Balikpapan Perpanjang Waktu Tempuh Pengendara
KUKAR, KOMPAS.com – Longsor yang terjadi di jalur utama penghubung Kota Samarinda dan Balikpapan, tepatnya di wilayah Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, masih menghambat arus lalu lintas hingga Selasa (20/5/2025).
Akibat longsor tersebut, badan jalan yang sebelumnya bisa dilalui dua arah kini hanya menyisakan satu jalur.
Kendaraan pun harus bergantian melintas, menyebabkan antrean panjang dari kedua arah.
Kade (24), seorang pengendara motor asal Balikpapan yang rutin melintasi jalur ini setiap akhir pekan, mengaku kesulitan dengan kondisi tersebut.
“Susah lah kita, nunggu. Masalahnya ini ngantrinya panjang. Lihat itu, Mas, sampai berapa ratus meter kita antre. Truk juga lewat sini,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Sejumlah Daerah di Sidoarjo Masih Banjir
Artikel Kompas.id
Ia menambahkan, waktu tempuh yang biasanya hanya dua jam kini bisa mencapai empat jam.
“Nunggu, ngantri, lama ini, Mas,” katanya dengan nada lelah.
Hal serupa juga dirasakan Joni Darus (45), seorang pengendara mobil pribadi.
Ia mengeluhkan kendaraan berat seperti truk yang membuat arus lalu lintas makin tersendat.
“Ini agak sulit, apalagi mobil. Nunggu itu kendaraan berat, lagi truk. Apalagi di depan itu, truk panjang, enggak bisa nyalip, harus gantian. Jalan nasional loh ini kok bisanya begini,” keluhnya.
Ia juga berharap bahwa pemerintah membuat jalan yang layak dan dapat dipakai dalam kurun waktu yang lama.
"Coba bayangkan, hampir setiap 1 tahun sampai 2 tahun, perbaikan lagi, anggaran lagi, habis anggarannya di jalan aja," ucapnya kesal.
Joni juga berharap agar anggaran pemerintahan ini tidak hanya terfokus pada jalan, tetapi juga berfokus pada pembangunan lainnya, seperti pengembangan SDM di Kalimantan Timur.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera melakukan perbaikan agar jalur utama ini kembali normal.
Jalan Samarinda-Balikpapan dikenal sebagai jalur vital yang digunakan untuk aktivitas ekonomi, distribusi barang, hingga mobilitas warga antar kota.




