Ketepatan Waktu Jadi Prioritas Pemudik dalam Memilih Maskapai Lebaran 2026
Sumber Foto: Kompas.com
Waktu Utama

Ketepatan Waktu Jadi Prioritas Pemudik dalam Memilih Maskapai Lebaran 2026

Prime Time News - JAKARTA, KOMPAS.com - Survei Jakpat mencatat bahwa ketepatan waktu merupakan pilihan masyarakat pada perjalanan mudik Lebaran 2026.

Head of Research Jakpat, Aska Primardi mengatakan, musim mudik Lebaran merupakan salah satu momen penting karena banyak orang pulang kampung selama periode ini.

Survei yang dilakukan kepada 338 penumpang penerbangan domestik dalam 6 bulan terakhir yang mudik Lebaran pada tahun 2026.

Lihat Foto

Seluruh responden merupakan pengambil keputusan utama dalam menentukan maskapai yang mereka gunakan.

Meski mayoritas pemudik (70 persen) masih mengandalkan kendaraan pribadi, pesawat terbang tetap menjadi primadona (61 persen). Kemudian, sejumlah responden lain menggunakan moda transportasi umum kereta api (36 persen) dan bus (31 persen).

Jakpat menyebut bahwa preferensi merek maskapai dalam penerbangan domestik menunjukkan bahwa Garuda Indonesia paling dikenal luas, dengan persentase 87 persen responden.

“Dari jumlah tersebut, 46 persen telah menggunakannya dalam 6 bulan terakhir, dan 38 persen dalam 3 bulan terakhir. Dua maskapai lain yang juga dikenal luas publik adalah Lion Air (86 persen) dan Citilink (81 persen),” kata Aska dalam keterangan resmi, Jumat (17/4/2026).

Pada musim mudik Lebaran 2026, Garuda Indonesia dan Citilink bersaing ketat sebagai pemimpin pasar dengan persentase penggunaan yang sama, yakni 39 persen.

Di posisi berikutnya, maskapai yang paling banyak dipilih pemudik adalah Lion Air (38 persen), Batik Air (29 persen), dan AirAsia (21 persen).

“Untuk rencana mudik di masa mendatang, preferensi penumpang cenderung tetap stabil. Sebanyak 58 persen responden berniat menggunakan Garuda Indonesia untuk libur Lebaran berikutnya, diikuti oleh Citilink (51 persen) dan Batik Air (43 persen),” lanjutnya.

Dia mengatakan, terdapat sejumlah faktor penentu dalam memilih maskapai penerbangan untuk mudik Lebaran 2026.

Sebanyak 84 persen responden menekankan pentingnya faktor keamanan dan keselamatan.

Selain itu, ketepatan waktu (82 persen) dan harga tiket yang ekonomis (80 persen) juga menjadi pertimbangan utama.

“Ketepatan waktu secara konsisten menjadi faktor yang sangat penting bagi pengguna maskapai penerbangan. Namun, dalam praktiknya hal ini masih sering belum terpenuhi, terutama terlihat dari tingginya kejadian keterlambatan atau delay penerbangan selama musim mudik Lebaran,” jelas Aska.

Jakpat membandingkan citra merek (brand image) tiga maskapai Indonesia berdasarkan persepsi penumpang terhadap tiga aspek teratas.

Hasilnya, Garuda Indonesia unggul dalam ketepatan jadwal (70 persen) dan keamanan (49 persen), Lion Air mendominasi kategori harga terjangkau (66 persen).

“Untuk atribut ketepatan waktu ini, brand image Garuda Indonesia masih lebih unggul dibandingkan kompetitor,” jelas dia.

Hal ini menunjukkan bahwa Garuda Indonesia tetap dipersepsikan sebagai maskapai yang paling baik dalam hal ketepatan waktu, sekaligus memiliki asosiasi kuat pada aspek keselamatan dan kenyamanan.

“Kombinasi ini yang mendorong Garuda Indonesia menjadi pilihan utama selama periode mudik Lebaran di tahun 2026 maupun penggunaan ke depannya,” ungkap Aska.

Sebagai informasi, Garuda Indonesia menutup periode puncak arus Lebaran 1447 H atau 2026 dengan performa operasional yang menunjukkan tren positif.

Tingkat ketepatan waktu penerbangan (on time performance /OTP) tercatat mencapai 92,08 persen, menjadi pencapaian tertinggi dalam tiga tahun terakhir pada periode yang sama.

Sebagai perbandingan, OTP Garuda Indonesia berada di level 87,12 persen pada 2025 dan 86,07 persen pada 2024.

Direktur Operasi Garuda Indonesia, Dani Haikal Iriawan, menyatakan bahwa peningkatan ini mencerminkan perbaikan kinerja operasional di tengah tingginya volume penerbangan selama musim mudik Lebaran.

“Capaian ini menjadi indikator kuat konsistensi peningkatan kinerja operasional kami, khususnya dalam mengelola intensitas penerbangan tinggi pada periode peak season,” ujar Dani dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada periode 13 sampai 29 Maret 2026, jumlah orang yang melakukan perjalanan selama 17 hari mencapai 147,55 juta orang, meningkat 2,53 persen dibandingkan hasil survei sebesar 143,92 juta orang.

Namun, jika dibandingkan dengan realisasi Angkutan Lebaran 2025, angka ini justru turun 4,57 persen dari 154,62 juta orang.

Dari sisi angkutan umum, total penumpang tercatat sebanyak 23,54 juta orang atau naik 10,87 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 21,23 juta penumpang.

Kenaikan terjadi di seluruh moda transportasi.

Angkutan jalan melayani 3,89 juta penumpang atau naik 11,64 persen, angkutan laut 2,02 juta penumpang naik 9,86 persen, dan angkutan udara sebanyak 4,77 juta penumpang meningkat 6,97 persen.

Sementara itu, kereta api mencatat 7,31 juta penumpang atau naik 10,13 persen, dan moda penyeberangan menjadi yang tertinggi pertumbuhannya dengan 5,52 juta penumpang atau meningkat 15,36 persen.