Prime Time News - JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah derasnya arus globalisasi dan dominasi musik Barat maupun K-Pop, lagu Pop Jawa justru menemukan momentumnya di kalangan Gen Z.
Tak lagi sekadar identik dengan lirik 'ambyar' atau patah hati, genre ini menjelma menjadi ruang ekspresi anak muda sekaligus ruang pelestarian bahasa daerah.
Lirik-lirik berbahasa Jawa yang dikemas dengan aransemen modern membuat generasi muda tak hanya menikmati musik, tetapi juga secara perlahan kembali akrab dengan akar budaya mereka tanpa merasa ketinggalan zaman.
Belajar Bahasa Jawa
Sebagian Gen Z mengaku, kecanduannya mereka dengan genre Pop Jawa secara perlahan mendorong mereka untuk mempelajari bahasa dan budaya Jawa.
Sebab, hampir sebagian besar lagu Pop Jawa liriknya merupakan Bahasa Jawa yang dipadu padankan sedikit dengan bahasa Inggris dan Indonesia.
"Jujur saya orang Jawa, tapi enggak terlalu ngerti Bahasa Jawa. Cuma pas dengarkan lagu Pop Jawa mau enggak mau jadi belajar dan cari tahu arti dari liriknya," ungkap salah satu Gen Z bernama Ratu (29) ketika diwawancarai Kompas.com di Jakarta Selatan, Kamis (16/4/2026).
Perempuan itu juga menilai, banyak lagu Pop Jawa yang liriknya benar-benar menggunakan Bahasa Jawa yang baik dan mendalam dan jika tidak dicari tahu artinya banyak penggemar yang tak paham.
Oleh karena itu, mendengarkan lagu Pop Jawa dinilai sama seperti lagu Barat yang jika tak mengerti liriknya, maka harus dicari tahu agar makna di balik lagu tersebut bisa dirasakan.
Ratu juga mengatakan, lewat lagu Pop Jawa pelestarian bahasa dan budaya Jawa menjadi hal yang begitu menyenangkan.
"Coba bayangin kalau kita niat belajar Bahasa Jawa pasti kan bosan dan susah banget, tapi lewat lagu-lagu Pop Jawa, pakai musik, kita belajar tanpa sadar dan lama-lama banyak tahu kosakata Bahasa Jawa," sambung dia.
Hal yang sama juga dirasakan Gen Z lain Ilham Putra (25), yang tanpa sadar belajar Bahasa Jawa lewat lagu-lagu Pop Jawa.
"Iya jujur jadi belajar karena saya memang darah Jawa walaupun campur. Tapi, saya enggak bisa Bahasa Jawa," ucap Ilham ketika ditemui di Jakarta Selatan, Kamis.
Ilham juga bercerita, awal mula mendengar lagu Pop Jawa ia merasa sangat pusing karena aransemennya bercampur koplo dan pop.
Di sisi lain, ia juga tak mengerti dengan lirik dari lagu-lagu Pop Jawa tersebut.
Namun, karena sering mendengar akhirnya ia penasaran dengan arti dari lagu-lagu itu.
Ketika dicari tahu lewat Bahasa Indonesia, Ilham baru mengetahui maknanya yang sangat mendalam dan relevan dengan kehidupannya.
Sejak itu lah, ia begitu kecanduan dengan lagu-lagu Pop Jawa, bahkan mau ikut menonton konsernya.
Bangga bisa belajar Bahasa Jawa
Sedangkan Gen Z berdarah Betawi bernama Chika Adella (27) merasa gembira karena saat ini semua lagu daerah menjadi dikenal banyak orang.