Indonesia dan AS Tandatangani 11 Kesepakatan Perdagangan dan Investasi Senilai US$38,4 Miliar
Sumber Foto: Iconomics
Ekonomi

Indonesia dan AS Tandatangani 11 Kesepakatan Perdagangan dan Investasi Senilai US$38,4 Miliar

Ada 11 kesepakatan kerjasama antara perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS) dengan Indonesia yang ditandatangani dalam rangkaian US-Indonesia Business Summit 2026 (Forum Bisnis RI – AS 2026).

“Saya memahami cara kerja pasar. Pasar menghargai transparansi, disiplin, dan kredibilitas. Tanggung jawab saya sebagai Presiden, memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, dan memastikan bahwa kami memenuhi standar internasional. Ini tentang bagaimana menjaga integritas ekonomi kita, dan kepercayaan investor jangka panjang,” kata Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa sebagai mitra strategis Indonesia dalam perdagangan dan investasi, perlu forum bisnis yang mengundang perusahaan-perusahaan besar AS, KADIN, dan asosiasi usaha untuk terus mendorong kolaborasi antara dunia usaha kedua negara, baik di sektor perdagangan, industri, maupun investasi, khususnya yang akan meningkatkan daya saing Indonesia, terutama dalam pengembangan inovasi digital, kecerdasan artifisial, semikonduktor, mineral kritis, ketahanan rantai pasok, transisi energi dan industri pengolahan, termasuk industri agro.

Menko Airlangga juga menegaskan bahwa dengan telah diselesaikannya Agreement on Reciprocal Trade (ART) semakin menguatkan komitmen kedua negara untuk semakin membuka akses pasar, dan menyelesaikan berbagai hambatan perdagangan (baik hambatan tarif maupun non-tarif), sehingga akan meningkatkan kepastian usaha dan membuka peluang investasi yang lebih besar di Indonesia maupun di AS.

“Melalui kesepakatan dalam ART ini, akan semakin memperkuat akses pasar dan daya saing produk Indonesia, sehingga akan menarik investasi yang lebih besar di berbagai sektor,” ujar Menko Airlangga.

Pada kesempatan Business Summit tersebut, kerjasama perdagangan dan investasi ditandatangani antara perusahaan-perusahaan AS dengan Indonesia, yang mencakup rencana pembelian barang dan penanaman investasi, dengan total komitmen sebesar US$38,4 miliar di berbagai sektor.

Pada sektor agro, total kesepakatan pembelian mencapai US$4,5 miliar antara lain kesepakatan untuk pembelian soybeans senilai US$1,37 miliar, wheat (TBA hingga 2030 US$1,25 miliar), Corn senilai US$855 juta, cotton senilai US$244 juta dan produk lain senilai US$800 juta.

Pada sektor industri manufaktur, beberapa kesepakatan investasi mencapai US$33,91 miliar. Beberapa kesepakatan antara lain kerjasama antara KADIN dengan USABC sebesar US$2,00 miliar, kesepakatan bahan baku industri berupa Shredded Worn Clothing sebesar US$200 juta, serta rencana investasi pada industri semikonduktor yang mencapai US$4,89 miliar dan US$26,7 miliar.

Penandatanganan berbagai kesepakatan kerjasama tersebut dilakukan di depan Presiden Republik Indonesia Prabowo, pada sesi acara Gala Iftar Dinner, dan ditandatangani langsung oleh para pimpinan perusahaan AS dan Indonesia yang telah mengikat kesepakatan kerjasama tersebut.

Berikut ini 11 MoU yang dilakukan para pebisnis Indonesia-AS:

1. Memorandum of Agreement tentang Critical Mineral, ditandatangani oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani dan President & CEO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk dan President Director PT Freeport Indonesia Tony Wenas;

2. MoU Oilfield Recovery antara Pertamina dan Haliburton, ditandatangani oleh CEO Pertamina Simon Mantiri dan President Director Haliburton Ankush Balla;

3. MoU di bidang Agrikultur (Jagung) antara PT. Cargill Indonesia, PT Arena Agro Andalan dan Cargill Inc, ditandatangani oleh Managing Director Amcham mewakili Fanny Hosea PT Sorini Agro Asia Corporindo (Cargill Indonesia) Donna Priadi dan Director International Government Relations (China & APAC) at Cargill Elizabeth Struse;

4. MoU tentang Cotton antara Busana Apparel Group dan U.S. National Cotton Council, ditandatangani oleh Chief Marketing Officer Busana Apparell Manish Virmani serta Senior Government Relations Director for National Cotton Council Jeff Kuckkuck;

5. MoU tentang Cotton antara Daehan Global dan U.S. National Cotton Council, ditandatangani oleh CEO of Daehan Global Boo Hyung Lee dan Senior Government Relations Director for National Cotton Council Jeff Kuckkuck;

6. MoU tentang Shredded Worn Clothing antara Asosiasi Garment dan Textile Indonesia, PT Pan Brothers dan Ravel, ditandatangani oleh CEO PT PAN Brothers Ludijanto Setijo dan CEO Ravel Zahlen Titcomb;

7. MoU tentang Furnitur antara ASMINDO (Indonesian Furniture Industry & Handicraft Association) dan Bingaman and Son Lumber, Inc, ditandatangani oleh CEO Vivere Group (ASMINDO) Dedy Rochimat dan Director of Exports Jeremy Roupp;

8. MoU tentang Semikonduktor antara Galang Bumi Industri dan Essence, ditandatangani oleh President Director Ahmad Maaruf Maulana dan President Director Chester Coleman;

9. MoU tentang Semikonduktor antara Galang Bumi Industri (GBI) dan Tynergy Technology Group, ditandatangani oleh Director GBI Kadafi Yahya Muhamad dan President Direkturr Yan Purba;

10. Transnational Free Trade Zone Friendship antara Galang Bumi Industri dan Solanna Group LLC, ditandatangani oleh Director Tjaw Hioeng dan Presiden Solana Gorup David Fordon;

11. MoU tentang Furnitur/Wood Product antara Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan (HIMKI) dan American Hardwood Export Council, ditandatangani oleh Head of Promotion and Marketring for Americas Rudy Hartono dan American Hardwood Export Council Michael Snow.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:

Instagram: the.iconomics

TikTok: @theiconomics

YouTube: @theiconomics

X: theiconomic

LinkedIn: The Iconomics